Berita Lembata
Melalui Petani Milenial, Kementan Angkat Potensi Kabupaten Lembata
Melalui Petani Milenial, Kementerian Pertanian ( Kementan) Angkat Potensi Kabupaten Lembata
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Hingga tahun 2024, Kementerian Pertanian ( Kementan) menargetkan 2,5 juta petani milenial hadir dan berkontribusi untuk pembangunan pertanian Indonesia.
Demi mencapai tujuan tersebut, Kementan memfasilitasi penumbuhan dan pengembangan kelompok tani milenial di seluruh penjuru Indonesia.
Lewat petani milenial juga, Kementerian Pertanian akan mengangkat potensi Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan hidupnya pertanian adalah hidupnya bangsa.
Baca juga: Olah Daun Kelor, Petani Milenial NTT Raih Omzet Puluhan Juta
"Kalau ibarat emas, pertanian itu 100 karat, karena pertanian menjanjikan dan membuka lapangan kerja di depan mata kita," tutur Mentan SYL.
Pada kesempatan berbeda, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menegaskan saat ini petani milenial terbukti mampu menguasai sektor pertanian.
"Bahkan mereka menguasai pertanian dari hulu hingga hilir. Mereka pun berhasil memoderasi sektor pertanian semakin maju, mandiri dan modern," katanya.
Kelompok Tani Kolipadan di Kabupaten Lembata, NTT, berhasil menumbuhkan usaha pertanian hortikultura. Sejak Agustus 2021 Kelompok tani yang beranggotakan 20 petani muda itu merintis usaha dengan sistem hidroponik.
Baca juga: Kementan dan Komisi IV DPR Tingkatkan Kapastitas Petani Milenial dan Penyuluh di Kabupaten Rote Ndao
Sejumlah 4 unit hidroponik masing-masing 3 tingkat dengan luas 7,4 meter, 9,6 meter, hingga 15,4 meter telah dibangun berkat fasilitasi Kementan melalui program PWMP KUB (Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian Kelompok Usaha Bersama). Di unit hidroponik itu telah ditanam komoditas kangkung. Sejauh ini 1 unit hidroponik telah berhasil panen.
Ketika dikunjungi Kamis (16/9/2021), Ketua Kelompok Kolipadan menyatakan bahwa rencana kedepannya sayuran akan dipasarkan secara online. Kelompok Kolipadan menjadikan masyarakat perkotaan sebagai sasaran konsumen.
Konsepnya ialah pemesanan sayur 2 hari sebelum sayur diantarkan oleh Kelompok Tani Kolipadan ke konsumen. Perkembangan usaha di Kelompok Tani Kolipadan itu juga tak lepas dari bimbingan dari penyuluh yang bertugas di Kecamatan Ile Ape.
Uniknya, Kelompok Tani Kolipadan juga memelihara 100 ekor ikan lele di bawah instalasi hidroponik sebagai diferensiasi produk. Awalnya usaha lele itu tidak direncanakan, ide itu tercetus setelah melihat kolam di bawah instalasi hidroponik yang tidak dimanfaatkan.
Hal tersebut tentu membuat usaha hidroponik yang dilaksanakan bernilai lebih sebab menghasilkan 2 produk sekaligus. Selain kangkung, Kelompok Tani Kolipadan juga berencana menanam berbagai tanaman lain seperti sawi, tomat, wortel, cabai, bayam hingga terong.
Kelompok Tani Kolipadan adalah salah satu potret regenerasi petani milenial di Indonesia. Regenerasi petani muda sangatlah penting sebab keberlangsungan hidup bangsa ada di tangan petani. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/melalui-petani-milenial-kementan-angkat-potensi-kabupaten-lembata.jpg)