Breaking News:

Berita Sumba Barat Daya

Kepala Dinas Pertanian : Anak Belalang Kembara Muncul Lagi di Sumba Barat Daya 

belalang itu terbang. Sifat belalang kembara adalah suka mengembara atau berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya

Penulis: Petrus Piter | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/PETRUS PITER
Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya, dr.Kornelius Kodi Mete dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Marthen Christian Taka, S.IPem didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya, Ir Rofinus Kaleka dan Kepala Dinas Kominfo SBD, drh.Rihimeha A.Praing menggelar jumpa pers tentang upaya penanganan penyemprotan hama belalang di SBD yang berlangsung  di Desa Dangga Mangu, Kecamatan Wewewa Timur, SBD belum lama ini.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA--Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya, Ir.Rofinus Kaleka mengatakan, selama 22 hari terhitung semenjak 27 Juli 2021 belalang Kembara dewasa dalam koloni besar menyerang tanaman masyarakat di Desa Tema Tanah, Kecamatan Wewewa Timur hingga 17 Agustus 2021

Tim satgas penanggulangan hama belalang terdiri pemerintah, TNI, Polri, penyuluh pertanian dan masyarakat sukses membasmi hama belalang dewasa yang menyerang sembilan (9) desa diempat (4) Kecamatan dari 11 Kecamatan se-Kabupaten Sumba Barat Daya.

Selanjutnya, berdasarkan pantuan tim satgas penanganan hama belalang, 12 hari kemudian, anak-anak belalang kembara muncul di Desa Waimakaha , Kecamatan Kodi Balagar. Dan tim melakukan penyemprotan hingga musna.

Dan pada hari ke-51, Senin 13 September 2021, anak-anak belalang kembara kembali muncul di Desa Waimakaha, Kecamatan Kodi Balagar dan Desa Umbu Wangu di Kecamatan Wewewa Selatan.

Baca juga: Ribuan Pencari Kerja Rebut Kuota Formasi PPPK Sumba Barat Daya 1488 Orang

Menindaklanjuti keadaan itu, tim satgas penanganan hama belalang Kabupaten Sumba Barat Daya melakukan rapat koordinasi, Selasa 14 September 2021 memutuskan mulai , Rabu 15 September 2021 turun ke lapangan melakukan penyemprotan pembasmian hama belalang itu.

Kerja keras tersebut berhasil menyelamatkan 1500 ha tanaman padi milik masyarakat 9 desa yang tersebar diempat kecamatan yakni Kecamatan Wewewa Timur, Wewewa Barat, Kodi Bangedo dan Kodi Balagar. Jumlah tersebut belum terhitung tanaman jagung milik petani lainnya.

Bila selama ini, melakukan penyemprotan hama belalang dewasa pada malam hari dan subuh karena belalang tersebut sedang tidur.

Sebab pada siang hari sulit melakukan penyemprotan karena belalang itu terbang. Sifat belalang kembara adalah suka mengembara atau berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Baca juga: Sebaran Kasus Positif Covid-19 di Sumba Timur, Dua Kecamatan di Kota Waingapu Masih Zona Merah

Sedangkan, saat ini tim satgas penanganan hama belalang melakukan penyemprotan anak-anak belalang kembara pada siang hari menunggu anak-anak belalang itu bergerak berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Karena anak-anak belalang itu belum memiliki sayap untuk terbang.

Baginya penanganan hama belalang jenis anak-anak ini lebih mudah dibandingkan sebelumnya.

Ia optimis bila seluruh elemen masyarakat Sumba Barat Daya bersatu maka permasalahan yang terjadi dapat teratasi dengan baik.(*)

Berita Sumba Barat Daya Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved