Berita Nasional

Ahok Kini Berubah, Dulu Suka Maki-Maki Tapi Sekarang Tidak Lagi, Bicara Tegas Namun Berhati Lembut

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kini sudah berubah. Bila dulu suka marah-marah, suka maki-maki sekarang tidak lagi. Bicara tegas tapi berhati lembut

Editor: Frans Krowin
(Dokumentasi Pertamina) via Kompas.com
Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat mengunjungi lokasi tangki T-301 di area Kilang Balongan. 

POS-KUPANG.COM – Siapa tak kenal Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok? Sosok ini dikenal karena ketegasannya saat memimpin DKI Jakarta.

Namun dibalik sikapnya yang biasa disebut suka marah itu, Ahok juga punya rasa mudah iba.

Ia bahkan tak sungkan-sungkan memberikan bantuan kepada mereka yang hidupnya susah karena berkekurangan.

Ahok tak hanya bersikap tegas, ia juga dinilai bersikap sangat kasar. Olehnya banyak kalangan tak senang atas sikapnya tersebut.

Bahkan suami Puput Nastiti Devi itu mengaku secara jujur akan sikapnya yang demikian.

Bila ketegasan sikapnya kala memimpin Jakarta diungkit lagi, maka Ahok yang kini sebagai komisaris utama pertamina itu ternyata telah menyadari hal itu.

Baca juga: Veronica Tan Semakin Cantik Bak Artis Korea, Beda Tipis dengan Puput Nastiti Devi, Ahok Kesengsem?

Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama dan Presiden Jokowi saat meresmikan program B30, (23/12/2019).
Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama dan Presiden Jokowi saat meresmikan program B30, (23/12/2019). ((Twitter.com/basuki_btp))

Ahok mengatakan, saat ini ia sedang belajar untuk bisa mengolah emosi dengan baik.

Jika dirinya dulu mudah marah-marah kepada orang yang dirasa tidak tepat melakukan tugasnya, maka sekarang tidak lagi.

Ahok mengatakan, saat ini bila ia menegur menegur seseorang secara tegas, tapi dalam hatinya mengasihi orang yang ditegur tersebut.

Selain itu, Ahok juga sekarang berprinsip, jika tidak suka dengan perbuatan seseorang, tapi ia tidak pernah membenci orangnya.

"Jadi ada begitu besar perbedaan . Saya bisa rasakan, karena saya sekarang sedang belajar."

"Kalau kita marah sama orang, kita menegur orang, bilang kebenaran dengan kemarahan ada kebencian di dalam kita, itu jadinya nggak tepat."

Baca juga: Veronica Tan dan Nicholas Sean Bagikan Kabar Bahagia, Penampilan Mantan Istri Ahok Tuai Pujian

"Jadi harusnya, bahasanya menegur tapi dalam hati kita mengasihi, kita nggak suka perbuatannya tapi kita nggak benci dia," ujar Ahok kala diwawancari presenter Daniel Mananta.

Daniel beranggapan, sebenarnya kemarahan memang tetap diperlukan, apalagi jika terjadi ketidakadilan.

"Do you still get angry atau akhirnya, yaudah deh gue diam aja daripada nanti gue masuk (penjara) lagi itu misalnya?" tanya Daniel.

Ahok menegaskan, dirinya sekarang juga tidak diam saja ketika melihat ada yang tidak beres.

Ia lantas menyinggung soal dirinya yang pernah marah saat rapat internal di Pertamina.

Bahkan, Ahok tak segan-segan mengancam akan memecat pihak yang tidak melaksanakan tugasnya.

Baca juga: Peramal Sempat Sebut Veronica Tan, Ahok dan Puput Nastiti Devi Akan Akur, Sosok Ini Penyebabnya

"Saya kalau dia (pejabat yang tidak melaksanakan tugas) nggak laksanakan, saya sampaikan 'kalau Anda nggak kerjakan sekali lagi mohon maaf saya akan usul pecat'," kata Ahok.

Menurut Ahok, hal itu disampaikannya secara terbuka di depan para peserta rapat yang lain.

Tak hanya itu, Ahok juga menceritakan dirinya yang pernah dibuat jengkel oleh pejabat Pertamina yang lain.

Saat itu, Ahok mengingatkan, agar pejabat lain yang ingin melakukan tindakan di Pertamina untuk meminta izin kepada dirinya, termasuk pergantian direksi.

"Ketika melakukan sesuatu tanpa melalui izin saya, lalu saya bilang 'saya bukan sombong, kan saya ditugaskan sebagai Komut di sini."

"Tentu banyak hal yang dilakukan penggantian direksi harus lapor kepada saya'."

"Lalu tiba-tiba ada seorang pejabat angkat tangan yang ngomong begini 'mohon maaf itu bukan urusannya Komut, ini langsung dengan Menteri BUMN, Erick Thohir'."

"Wah ini kalau pikir kan kurang ajar banget gitu kan," ujar Ahok.

Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/10/2019).
Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/10/2019). (KOMPAS.com/Ihsanuddin)

Baca juga: Mewah dan Mahal Begini Penampakan Rumah Ahok dan Puput Nastiti Devi, Ada Benda Ini di Sudut Kolam

Kalau dulu, lanjut Ahok, dirinya menemui orang yang seperti itu, mungkin akan langsung dimaki-maki.

Tapi sekarang, Ahok lebih memilih untuk tetap tenang dalam menyikapinya.

"Kalau dulu kayak gitu saya maki-maki tapi untuk sekarang, dia ngomong seperti itu saya senyum aja."

"Saya cuma bilang sama Dirut yang lain, sekali lagi kalian lakukan seperti ini saya akan ajukan mundurkan diri atau saya pecat kalian," tandas Ahok.

Daniel Manantha sempat menyinggung apakah perubahan sikap itu karena faktor sang istri Puput Nastiti Devi, Ahok hanya tersenyum.

Ia menyebutkan, perubahan dalam dirinya itu merupakan proses yang lahir dari dalam diri, juga faktor lain, termasuk keluarga.

Tak Percaya Nikahi Puput

Mengenai pernikahan dengan Puput Nastiti Devi, Ahok mengungkapkan bahwa ia juga tak percaya akan takdirnya yang kini menjadi suami Puput Nastiti Devi.

Bahkan dibilang konyol sebelum Ahok memutuskan untuk menikah dengan Puput Nastiti.

Ternyata, ia tak langsung jatuh cinta pada sosok Puput Nastiti yang sampai rela pindah agama untuk menikahinya.

Bahkan bisa dibilang Ahok sendiri tidak percaya akan takdirnya yang kini bisa menjadi suami seorang Puput Nastiti.

Wah, memangnya seperti apa prosesnya ya?

Dalam perbincangannya dengan Daniel Mananta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok jelas mengatakan bahwa ia sempat trauma menikah.

Arti Nama Sarah Eliana Purnama, anak kedua Ahok dan Puput Nastiti Devi (Instagram @basukibtp

Apalagi ia sempat berpikir untuk menjadi seorang pendeta saat keluar dari Mako Brimob.

Tapi ternyata, banyak tanda-tanda dari orang sekitarnya bahkan dari buku yang ia baca yang menyebutkan bahwa ia harus mencari pengganti Veronica Tan.

Namun tentu saja hal itu tidak mudah, mengingat ia ada di dalam penjara.

"Dia bilang gini sama saya, 'lu kalo bilang tuhan menyediakan buat lu, lu di penjara mana ada cewek, Hok! Ini staf lu punya istri, ini umur udah lewat, udah ada pacar, gak masuk akal! Cuma satu yang gue lihat agak lumayan, tuh ajudan bini lu tuh! Itu agak lumayan tuh! Itu Tuhan yang kasih lu tuh!',"

"Gue bilang, dia mana mau sama gue ya? Tuh anak umur berapa, Bos? Terus gue tanya, lu umur berapa, 'Siap! 20!'. Wah, seumur anak gue beda dikit setahun! Ngaco lu, gue bilang," katanya.

Djarot Saiful Hidayat yang sempat menjadi wakil gubernurnya memberikan satu syarat yakni perempuan tersebut harus berasal dari Jawa Timur.

Awalnya, Puput tidak masuk kriteria karena ia memiliki KTP Jawa Barat.

Namun ternyata setelah ditelah ternyata ayahnya berasal dari Jawa Timur yang membuatnya praktis masuk dalam kriteria.

Tak puas hanya dengan tanda tersebut, Ahok kembali meminta petunjuk lain dari Tuhan.

Ahok dan Puput Nastiti Devi

"Saya sengaja minta sama Tuhan tanda yang gak masuk akal. Bukannya saya percaya tanda, saya sengaja minta supaya mempersulit!" tambahnya.

Persyaratan yang diminta Ahok pada Puput pun semakin sulit, termasuk soal pindah agama.

"Terus ada satu teman nih, kurang ajar dia. Bener, bener! Lu mesti cari yang garis tangannya sama. Begitu saya balik ke kamar, Tuhan saya sih bukan kurang ajar ya, ini tanda-tanda minta dia sebagai pengganti saya atau bukan sudah makin lengkap. Termasuk saya minta dia, you mau gak ikut saya. Allah-ku, Allah-mu. Semua polisi mengatakan gak mungkin. Yang ada kamu yang ikut dia," ujarnya lagi.

Karena itu Ahok tidak setuju jika ia dituding jadi bucin atau puber kedua.

Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok buka-bukaan mengaku dapat fasilitas kartu kredit Rp 30 miliar dari Pertamina. (Antara)

Pasalnya, ia memutuskan menikahi Puput karena banyak tanda-tanda yang ia minta pada Tuhan terefleksi pada Puput.

"Makanya orang menuduh saya mabuk cinta lah, karena baru cerai, dihukum lah, macam-macam nikah cepat. Mereka tidak tahu kalau saya hidup mengikuti iluminasi yang saya dapat," katanya lagi.

Puput pun sudah mau pindah agama sampai belajar masakan ibunya.

Makanya yang terakhir Ahok bilang pada Tuhan kalau sampai garis tangan mereka sama, maka ia akan menikahi Puput.

"Saya akhirnya doa, mungkin ini the last, tapi ini konyol sebenarnya. Mau dibaptis sudah, mau nikah sudah, mau lepas polisi semua sudah, mau belajar masakan mama saya sudah, mau belajar kue mama saya sudah. Apa tanda yang dibilang teman saya itu masuk akal ya Tuhan, garis tangannya sama," ujarnya.

Akhirnya Ahok memerintahkan timnya untuk membawa Puput ke Mako Brimob untuk melihat garis tangannya.

Secara mengejutkan, letak garis tangan mereka ternyata mirip!

"Bukan saya percaya garis tangan, itu cuma konyolnya saya maksa Tuhan gue nikah sama nih orang gitu loh. Ini keyakinan saya yang membuat saya bertahan hari ini," pungkasnya. (*)

Berita Lain Terkait Ahok

Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Ahok Belajar Mengolah Emosi, Dulu Suka Memaki-maki Kini Bersikap Tenang: Hati Mengasihi

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved