Kabupaten Lembata
Hasil Kerja Forum PRB Lembata: Talud Hybrid Engineering Cegah Abrasi di Pantai SGB Bungsu Lewoleba
Sudah sebulan lebih, relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Kabupaten Lembata giat membuat talud alami di sepanjang pantai SGB Bungsu, Kota Le
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Sudah sebulan lebih, relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Kabupaten Lembata giat membuat talud alami di sepanjang pantai SGB Bungsu, Kota Lewoleba di setiap hari Sabtu. Talud alami ini dibuat dengan metode yang disebut hybrid engineering. Metode ini sederhana dan ramah lingkungan. Kini, dampak positif dari metode ini mulai terlihat. Talud alami perlahan mempu mencegah terjadinya abrasi pantai.
Divisi Humas Forum PRB Lembata Andry Atagoran, menerangkan talud alami atau yang sering mereka sebut dengan benteng hidup itu, terbuat dari material alam yang mudah ditemukan di pesisir pantai.
Mereka hanya membutuhkan banyak bambu untuk ditancapkan di sepanjang pesisir pantai dan membentuk semacam pagar. Bambu berukuran kurang lebih satu meter itu ditancapkan dua baris berjejer. Kemudian di antara bambu yang sudah ditancapkan itu, dimasukan dahan atau batang pohon kelapa yang sudah kering dan tumbuhan-tumbuhan kering lainnya yang ada di sekitar pantai.
“Talud ini yang akan mencegah pasir yang sudah dihempas ombak masuk ke dalam laut lagi. Jadi air lautnya tetap mengalir tapi pasirnya pasti akan tertahan di talud yang sudah kita buat,” ujar Andri di Lewoleba, Sabtu, 18 September 2021.
Baca juga: PMI Kota Kupang Gandeng Pegadaian Syariah Vaksin 1000 Warga
Menurut dia, siapa saja bisa datang dan saksikan dampak dari talud hybrid engineering tersebut. Ada tumpukan pasir laut yang berhasil dicegah oleh talud alami tersebut. Artinya, talud itu bisa meminimalisasi pengikisan pasir pantai oleh ombak air laut yang menghantam pesisir Lewoleba, khususnya di pesisir Pantai SGB Bungsu.
Divisi Mitigasi Forum PRB Lembata, Achan Raring berujar bahwa telah terjadi perubahan signifikan situasi pantai di lokasi talud alami dibangun tersebut. Dia menggambarkan, volume pasir yang berhasil dijebak oleh talud alami. Artinya, sudah ada daratan pasir yang terbentuk dari talud alami yang dibuat. Ini menunjukkan betapa efektifnya talud alami dengan metode hybrid engineering.
Oleh sebab itu, tim relawan Forum PRB Lembata perlu berupaya mengadvokasi komunitas pesisir supaya bisa bergerak sendiri menyelamatkan ruang hidup mereka dari ancaman abrasi.
Relawan Forum PRB Lembata akan rutin membangun talud alami itu di Pantai SGB Bungsu setiap hari Sabtu. Tim advokasi Forum PRB Lembata juga melaksanakan pertemuan dengan komunitas pesisir bertempat di lokasi talud alami Forum PRB Lembata di pantai SGB Bungsu.
Dalam catatan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Kabupaten Lembata, abrasi pantai terjadi di Pulau Lembata terjadi sejak 1975.
Panjang abrasi atau air laut masuk ke daratan di wilayah itu kurang lebih 87,30 meter.
Namun sejak saat itu, tidak ada upaya berbagai pihak untuk menahan laju abrasi yang kian meluas tersebut.
Titik terparah abrasi pantai di Lembata, terjadi di pantai SGB Bungsu hingga lebih dari 3 km ke arah Barat.
Pantai tersebut merupakan ruang bermain publik setempat, pada era 1980-an sampai saat ini.
Lokasi di bibir pantai kota Lewoleba itu pun lambat laun mulai dikapling oleh pemilik lahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pemda-lembata-lbt.jpg)