Berita NTT
Andre Koreh Terima Kasih kepada Pemda NTT yang Sudah Meringankan Tugas KONI NTT
Andre Koreh Berterima Kasih kepada Pemda NTT yang Sudah Meringankan Tugas KONI NTT
Penulis: Dion DB Putra | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI) Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) Andre Koreh berterima kasih kepada Pemda NTT yang sudah meringankan tugas KONI di PON XX Papua.
“Saya berterima kasih kepada Pemda NTT karena sudah membantu KONI NTT melaksanakan sebagian tugas KONI di PON. Berbagai hal yang berkaitan dengan keberangkatan sudah dikelola Pemda NTT. Apalagi selama ini KONI memang hanya mengurus yang berkaitan dengan peningkatan prestasi, sehingga diambilalihnya pengurusan keberangkatan ke Papua, atribut , transportasi dan lain-lain oleh Pemda adalah hal yang meringankan KONI NTT,” kata Andre dalam keterangannya di Kupang, Jumat 17 September 2021.
Andre Koreh mengatakan, mengingat penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) sesuai UU dan PP adalah KONI dan PB PON, maka di arena PON Papua, semuanya akan tetap dalam kendali KONI Pusat , PB PON dan KONIDA.
“Jadi ini juga bagian dari meringankan beban KONI menghadapi PON karena yang utama di PON itu adalah pertandingan dan prestasi atlet. Kita siap dukung atlet kita di arena PON ini,” kata Andre Koreh.
Baca juga: KONI NTT Target 10 Emas di PON Papua 2021
Andre Koreh memohon dukungan doa dari seluruh rakyat NTT agar prestasi atlet NTT di PON kali ini bisa lebih baik dari event serupa sebelumnya.
“PON Papua ini adalah PON perjuangan. Jadi bisa saja banyak kekurangan di sana sini, baik di arena pertandingan maupun di tempat penginapan. Maka KONI NTT dan seluruh peserta PON XX/2021 telah bersepakat untuk menjadi bagian dari solusi. Dengan demikian plus minus yang terjadi di PON XX/2021. adalah menjadi milik peserta PON Papua. Salam sehat dan salam olahraga,” kata Andre.
UU Sistem Keolahragaan Nasional
Pada kesempatan ini Andre Koreh menjelaskan mengenai tanggung jawab penyelenggaraan PON sesuai ketentuan UU No 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN).
Andre menyebut pasal 46 Ayat 2 UU tersebut yang berbunyi, “Pemerintah bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan menugasi komite olahraga nasional selaku penyelengara.”
Baca juga: NEWS ANALISIS Dr Andre Koreh Ketua KONI NTT: Mengerti Manajemen
Aturan berikutnya, lanjut Andre Koreh, tertuang dalam PP 16 /2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, pasal 56 (1): Pengurus komite olahraga nasional, komite olahraga provinsi dan komite olahraga kabupaten/kota bersifat mandiri dan tidak terikat dengan kegiatan jabatan struktural dan jabatan politik.
Pasal 56 ayat (2): Dalam menjalankan tugas , kewajiban dan kewenangannya, pengurus sebagaimana dimaksud pada ayat(1) harus bebas dari pengaruh dan intervensi pihak manapun untuk menjaga netralitas dan menjamin keprofesionalan pengelolaan keolahragaan.
Regulasi tersebut, kata Andre, menjelaskan mengapa penyelenggara PON adalah KONI. “Sedangkan Pemda sifatnya sebagai pendukung karena dalam UU juga jelas bahwa Pemda wajib membiayai kegiatan olahraga,” katanya.
Ihwal pembinaan olahraga, Andre mengajak semua pihak agar tetap mengacu pada pasal 27 UU No 3/2005. Ayat (1) Pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi dilaksanakan dan diarahkan untuk mencapai prestasi olahraga pada tingkat daerah , nasional dan internasional.
(2). Pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh induk organisasi cabang olahraga, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat daerah.
“Induk organisasi cabang olahraga itu lembaga apa ? Cabang olahraga (cabor) dan KONI karena KONI dibentuk oleh cabang-cabang olahraga,” katanya.