Breaking News:

Tim Timor Belajar Serahkan Bantuan di SDN Oelatimo Kabupaten Kupang

Respon positif disampaikan oleh penerima donasi maupun dari Pemerintah Kabupaten Kupang yang menerima rekomendasi.

Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko
Istimewa
Tim Timor Belajar menyerahkan paket bantuan di Kantor Desa Oelatimo, Kabupaten Kupang. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Timor Belajar merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan untuk membantu memajukan pendidikan di Nusa Tenggara Timur. Dengan tagline #LanjutkanMimpiMereka, Timor Belajar melakukan dua kegiatan yaitu penggalangan dana dan rekomendasi kebijakan yang diberikan kepada pemerintah pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Adapun inisiatif ini didasari pada kondisi pendidikan di NTT yang belum ideal, serta perlu didukung untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Timor Belajar terdiri dari 7 mahasiswa yaitu Dimas Y. Henuhili, Founder dan Project Leader - Hubungan Internasional Universitas Indonesia. Serena C. Francies, Co Founder dan Head of Field Coordination - Hubungan Internasional Universitas Indonesia. Alberto H. Oenunu, Assistant of Field Coordination - Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang.

Dyah Ayu Febriani, Head of Policy Analysis - Administrasi Negara Universitas Indonesia. Yudi Iswara S. A., Policy Analyst - Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia.

Maira Sashi, Manajemen Universitas Indonesia - Head of Fundraising dan Sheenika B. Widjojo, Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan - Head of Creative.

Pada Senin, 13 September 2021, Timor Belajar melaksanakan proyek pertamanya yang ditargetkan ke Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Timor Belajar berhasil mengumpulkan donasi senilai lebih dari Rp 20.000.000. Donasi ini kemudian dialokasikan menjadi 123 paket bantuan untuk SDN Oelatimo, Kabupaten Kupang dan 100 paket bantuan ke Kantor Desa Oelatimo.

Paket bantuan ini terdiri dari alat-alat tulis (pensil, pulpen, penghapus, tip-ex, serutan), buku teks, buku tulis dan tas ransel. Setelah penyerahan donasi, tim Timor Belajar melakukan audiensi bersama dengan Bupati Kupang, Korinus Masneno.

Rekomendasi kebijakan yang disampaikan diantaranya adalah pengadaan infrastruktur
penunjang pendidikan, penyuluhan pendidikan ke desa oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang, pembentukan program belajar menggunakan sistem gugus kelompok, memanfaatkan fasilitas Balai Desa, dan pemantauqn (monitoring dan evaluasi) oleh DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur secara berkala dan terukur.

Respon positif disampaikan oleh penerima donasi maupun dari Pemerintah Kabupaten Kupang yang menerima rekomendasi.

"Semoga apa yang kami lakukan, meski sedikit namun dapat membantu masyarakat di Kabupaten Kupang," kata Serena Francis.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved