Puasa Senin Kamis

Raih Manfaat Ini Bila Jalankan Puasa Senin Kamis, Bagi Wanita Akan Semakin Cantik Alami, Simak Ini

Puasa Senin-Kamis ini dianjurkan karena selain pahalanya besar, puasa ini juga memberikan manfaat lain terutama bagi yang menjalankannya

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
Ilustrasi Puasa Senin Kamis, dosa-dosa akan diampuni, nilai keburukan berkurang, pahala akan termbah. Untuk itu, jalankan puasa ini dengan sungguh-sungguh. 

POS-KUPANG.COM - Puasa Senin-Kamis bukan hal baru. Puasa Senin Kamis merupakan bagian dari ibadah umat Muslim.

Puasa Senin-Kamis ini dianjurkan karena selain pahalanya besar, puasa ini juga memberikan manfaat lain terutama bagi yang menjalankannya dengan sungguh-sungguh.

Puasa Senin Kamis itu tak hanya menyangkut hal praktis yang dijalankan, yakni puasa setiap hari Senin dan Kamis.

Tetapi ada juga bacaan niat, tata cara serta keutamaan yang diraih bila menunaikan puasa Senin Kamis.

1. Niat

Bacaan Arab Niat Puasa Sunah Hari Senin
NAWAITU SAUMA YAUMAL ITSNAINI SUNNATAN LILLAHI TANA’ALA
Artinya :
Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala.
Dan untuk bacaan niat puasa senin kamis untuk hari kamis, bacaannya adalah sebagai berikut:
Bacaan Arab Niat Puasa Sunah Hari Kamis

NAWAITU SAUMA YAUMAL KHOMIISI SUNNATAN LILLAHI TAA’ALA
Artinya : Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala.

Menjalankan puasa dengan niat dan tulus ikhlas

Baca juga: Puasa Senin Kamis Bisa Menyeimbangkan Tiga Kecerdasan

KEUTAMAAN PUASA

Bacaan dan Niat Puasa Senin Kamis (Istimewa)
Keutamaan puasa senin kamis dan manfaat yang diperoleh dari berpuasa senin kamis. Di antaranya adalah, Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari Senin dan Kamis.” (HR. An Nasai no. 2362 dan Ibnu Majah no. 1739. All Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Usamah bin Zaid berkata:

“Aku berkata pada Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Wahai Rasulullah, engkau terlihat berpuasa sampai-sampai dikira tidak ada waktu bagimu untuk tidak puasa. Engkau juga terlihat tidak puasa, sampai-sampai dikira engkau tidak pernah puasa. Kecuali dua hari yang engkau bertemu dengannya dan berpuasa ketika itu.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa dua hari tersebut?” Usamah menjawab, “Senin dan Kamis.” Lalu beliau bersabda, “Dua hari tersebut adalah waktu dihadapkannya amalan pada Rabb semesta alam (pada Allah). Aku sangat suka ketika amalanku dihadapkan sedang aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An Nasai no. 2360 dan Ahmad 5: 201. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 747. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih lighoirihi yaitu shahih dilihat dari jalur lainnya).

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved