Breaking News:

Berita Malaka

Warga Kobalima Timur Krisis Air, Ini Tanggapan Wabup Malaka

perubahan anggaran pihaknya bakal menambah anggaran guna mengoptimalkan lahan pertanian milik masyarakat.

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/EDI HAYONG
Wakil Bupati Malaka Louise Lucky Taolin S,Sos 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM, BETUN--Beberapa desa di Kecamatan Kobalima Timur,  Kabupaten Malaka seperti Desa Barene , Desa Kota Biru, Des Alas, dan beberapa desa lain mengalami kekurangan air bersih

Terhadap kondisi ini Wakil Bupati (Wabup) Malaka Louise Lucky Taolin S,Sos menanggapinya bahwa di setiap kecamatan sudah disiagakab mobil  tengki untuk mendistribusikan air kepada warga.

Apabila ada masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih , silahkan berkoordinasi dengan kepala desa dan pihak kecamatan sehingga diambil langkah pendistribusiannya.

Wabup Malaka yang akrab disapa Kim Taolin ini kepada Wartawan disela-sela melaksanakan koordinasi dengan Kapolres Malaka terkait penanganan pencegahan penyebaran covid-19 mengakui soal kondisi yang dialami warga terkait pemenuhan air bersih.

Baca juga: Pemkab Malaka Segera Hadirkan Traffic Light di Tiga Titik

"Memang saya akui, saat ini kita masih ada kendala dengan sopir tengki namun pihak kecamatan kan  bisa menyiasati. Dalam waktu dekat kita akan optimalkan tengki air yang ada guna melayani masyarakat," kata Kim Taolin.

Dirinya menambahkan,  pasca bencana tahun lalu kekeringan itu terjadi  juga di lahan - lahan pertanian.

Diharapkan  pada perubahan anggaran pihaknya bakal menambah anggaran guna mengoptimalkan lahan pertanian milik masyarakat.

"Saya akui saat ini di wilayah kita mengalami kemarau panjang tapi kita mesti tahu memanfaatkan kemarau panjang ini,  dengan menanam tanaman holtikultura," pintanya.

Baca juga: Pemdes Weseben di Malaka Gelorakan Program Menanam Mangrove

Kim Taolin menambahkan, pemda juga   menurunkan traktor milik pemerintah  untuk  menggarap lahan pertanian  masyarakat sehingga ketika musim hujan datang petani siap bekerja melakukan penanaman dan tidak lagi menggarap lahan sistem manual.

"Pemkab juga berkoordinasi dengan pihak Dinas pertanian Provinsi . Saya juga sudah membuat usulan ke p Provinsi untuk mendukung program Swasembada Pangan yaitu Produksi beras Nona Malaka," pungkasnya.(*)

Berita Malaka Terkini
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved