Breaking News:

Berita Malaka

Pemdes Weseben Kabupaten Malaka Gelorakan Program Menanam Mangrove

karakteristik wilayah pantai termasuk mengetahui teknik penanaman sehingga anakan tidak mati.

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
Dok. Kades Weseben
Kegiatan kelompok penanaman anakan mangrove di pesisir pantai Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM, BETUN--Pemerintah Desa (Pemdes) Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka saat ini tengah menggelorakan program menanam mangrove.

Program ini merupakan kerjasama dengan Kementrian Desa dalam upaya menjaga pesisir pantai dari ancaman abrasi khusus di Pantai Selatan Pulau Timor.

Kepala Desa Weseben, Silverius Bria kepada Wartawan di kediamannya, Minggu 12 September 2021 mengungkapkan, kegiatan penanaman mangrove di pesisir pantai wilayah yang dipimpinnya ini baru dilaksanakan pada Agustus 2021.

Luas lahan yang siap ditanam mangrove, katanya, seluas 15 hektare dan kini sudah ditanam oleh kelompok tani setempat baru mencapai 10 hektare. Setiap hari dilakukan penanaman dan ditargetkan total anakan mangrove yang ditanam sekitar 49.000 anakan.

"Ini program kita kerjasama dengan Kementrian Desa. Baru-baru tim dari Kementrian datang memberikan advokasi kepada kelompok. Saat ini kita sudah tanam 20.000 anakan," jelas Bria.

Baca juga: Pembangunan Mako Polres Malaka Sudah Mencapai 50 Persen

Menurut Bria, gerakan menanam mangrove ini tujuannya untuk menyelamatkan pesisir pantai dari ancaman abrasi. Pasalnya, arus gelombang laut di Pantai Selatan cukup besar dan ini sangat membahayakan  warga yang tinggal di area pantai.

Ditambahkannya, penanaman mangrove ini dilakukan oleh kelompok yang merupakan warga di pesisir. Pertimbangannya, mereka memahami karakteristik wilayah pantai termasuk mengetahui teknik penanaman sehingga anakan tidak mati.

"Kebetulan tim dari Kementrian Desa memberikan bekal ilmu soal jarak tanam juga. Setiap anakan ditanam jarak  3 meter. Saat ini anakan sebagian besar sudah mulai bertumbuh," jelasnya.

Dia mengaku kalau kesulitan yang dialami sekarang ketersediaan anakan mangrove yang masih kurang.  Tapi solusi yang dilakukan adalah menyemaikan anakan mangrove di polyback karena cukup banyak sebagai cadangan bilamana ada anakan yang mati.

Ditanya apakah anggota kelompok diberikan insentif, Bria mengakuinya. Tiap anggota mendapat insentif setara Upah Minimum Regional (UMR) dengan standar Rp 100.000 per hari yang diterima setiap dua minggu sekali.

Baca juga: Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, Berikut Manfaat Jambur Lainnya yang Belum Diketahui

Warga sangat antusias dengan program ini dan diharapkan program menanam mangrove berhasil sehingga area pantai selain aman juga warga tidak merasa was-was ketika gelombang pasang.(*)

Berita Malaka Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved