Berita Nasional

Dikunjungi Akbar Djohan, Ahok Apresiasi Kerja Sama KIP dan Pertamina dalam Bisnis BFO

Kemarin Senin 13 September 2021, saat dikunjungi CEO Krakatau International Port (KIP) Akbar Djohan, Ahok pun mengapresiasi kerjasama kedua pihak.

Editor: Agustinus Sape
Tribunnews.com
Akbar Djohan, CEO Krakatau International Port, saat mengunjungi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama (BTP atau Ahok, Senin 13 September 2021. 

Dikunjungi Akbar Djohan, Ahok Apresiasi Kerja Sama KIP dan Pertamina dalam Bisnis BFO

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Peran Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok sebagai Komisaris Utama (Komut) Pertamina semakin kelihatan.

Hal yang paling kelihatan dari kehadirannya di PT Pertamina adalah adanya restrukturisasi di PT Pertamina, yaitu transformasi sumber daya manusia, baik di holding maupun subholding.

Ahok pun tidak tanggung-tanggung mengapresiasi kemajuan di perusahaan pelat merah tersebut.

Kemarin Senin 13 September 2021, saat dikunjungi CEO Krakatau International Port (KIP) Akbar Djohan, Ahok pun mengapresiasi kemajuan kerja sama perusahaan tersebut dengan PT Pertamina. 

Kunjungan tersebut dilakukan Akbar Djohan untuk bersilaturahmi dan membahas aktivitas Bunkering Marine Fuel Oil (MFO) yang menjadi program kerjasama yang telah disepakati antara PT Krakatau Bandar Samudera (Krakatau International Port/KIP) dan Pertamina.

Sebelumnya kerjasama ini telah disepakati pada Agustus 2021 yang lalu.

CEO Krakatau International Port (KIP) Akbar Djohan menjelaskan kerjasama ini adalah bentuk strategi yang dapat memberikan bukan hanya keuntungan kedua belah pihak, melainkan bagi banyak pihak.

Tidak hanya itu, kerjasama ini dapat memperkuat rantai pasok energi terutama migas di sepanjang Selat Sunda, dimana produk MFO dijadikan ‘engine’ baru perusahaan dalam mencapai growth yang lebih baik lagi.

“Saya juga mengucapkan terima kasih karena Pak BTP memberikan apresiasi yang sangat baik atas progress kerja yang telah disampaikan langsung kepada beliau dari kerjasama ini," tutur Akbar Djohan.

Dia juga yakin economic and opportunity loss akibat belum adanya jasa bunkering bahan bakar minyak untuk kapal-kapal niaga di Selat Sunda berpotensi besar untuk disinergikan dengan Pertamina.

"Dan kami berkomitmen untuk menjadikan Selat Sunda sebagai pelabuhan strategis yang dapat melayani seluruh kebutuhan kapal dengan pelayanan berstandar internasional terus ditingkatkan dan dijaga,” kata Akbar pada Senin 13 September 2021.

Akbar menjelaskan kerja sama KIP dan Pertamina ini adalah wujud sinergi yang sangat strategis dari langkah KIP untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia seperti apa yang sedang diusahakan oleh pemerintah.

"Selain mendiskusikan program MFO, kami juga berbincang-bincang mengenai upaya lainnya untuk penguatan Selat Sunda sebagai jalur maritim strategis dan potensial bagi Indonesia. Salah satunya yaitu target 5000 kapal yang akan melaksanakan perdagangan per tahun," ungkap Akbar.

Kerjasama yang bertujuan sebagai strategi ekspansi dalam bisnis maritim di sepanjang Selat Sunda ini diapresiasi oleh BTP.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved