Breaking News
Senin, 8 Juni 2026

Berita Malaka

Dosen STIKIP Sinar Pancasila, Betun Launching Buku Edisi Perdana

Lembaga Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STIKIP) Sinar Pancasila, Betun di Kabupaten Malaka melaunching Buku Edisi Perdana

Tayang:
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/EDI HAYONG
Dosen Program Studi PBSI STIKIP Sinar Pancasila, Betun, Oktaviana M F Q Bobe, M.Pd berfoto bersama peserta kegiatan di Kampus setempat, Senin 13 September 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM, BETUN-- Lembaga Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STIKIP) Sinar Pancasila, Betun di Kabupaten Malaka melaunching Buku Edisi Perdana untuk membantu mahasiswa di lembaga tersebut.

Buku yang diberi Tajuk "Bahan Ajar Kajian Kurikulum Sekolah" merupakan hasil karya Dosen Program studi Pendidikan Bahasa dan Satra Indonesia (PBSI), Oktaviana M F Q Bobe, M.Pd.

Oktaviana yang merupakan jebolan mahasiswi S2 Universitas Muhammadyah-Malang, Jawa Timur pada acara launching Buku di Kampus STIKIP Sinar Pancasila, Betun, Senin 13 September 2021 menyampaikan pokok pikiran alasan utama melahirkan karyanya untuk dunia pendidikan di Rai Malaka.

Via--demikian dirinya disapa mengutarakan bahwa perubahan Kurikulum dari waktu ke waktu di Indonesia tidak bisa dipungkiri. Pemutahiran kurikulum dari KTSP ke Kurikulum 2013 oleh pemerintah tentu melalui pertimbangan-pertimbangan dari berbagai aspek.

Baca juga: Bupati Simon Cuci Pikiran  163 Lulusan STKIP Sinar Pancasila, Betun

Secara khusus lulusan S1 Jurusan Bahasa dan Sastra pada Universitas Nusa Cendana ini menilai bahwa perubahan kurikulum karena pertimbangan adanya kemerosotan karakter bangsa. Kurikulum KTSP yang lebih mengarah pada penilaian subjektif dipandang perlu dimutahirkan dengan memperhatikan karakter peserta didik.

"Kita sudah beralih dari KTSP ke kurikulum 2013. Kalau dulu yang dilihat guru anak didik pintar saja tanpa melihat karakter. Tapi dalam kurikulum 2013 ini selain yang dilihat pintar tapi juga guru menilai karakter," katanya.

Dihadapan peserta kegiatan mahasiswa Program Studi Geografi dan Bahasa Indonesia, Via menegaskan bukunya ini diterbitkan tanggal 23 Agustus 2021 di Yogyakarta.

"Alasan saya memberi tajuk buku ini karena saya melihat kurikulum itu penting dalam memandu pembelajaran di kelas. Apalagi minimnya pengetahuan guru soal kurikulum 2013. Saya tentu berharap buku perdana ini menjadi pegangan para guru," beber dara campuran Malaka-Timor Leste ini.

Baca juga: STKIP Sinar Pancasila Betun Lepas 30 Lulusannya ke Kampus Masyarakat

Adapun keunggulan buku ini, jelas Via, dikemas secara detail dan ringkas sebanyak 42 halaman. Tidak bertele-tele dan mencantumkan contoh RPP K13 dan menjelaskan tentang pendekatan saintifik.

"Buku ini diterbitkan Penerbit Deepublish pada tahun 2021 dan bersertifikat dengan nomor ISBN 978 - 623 - 02 - 3261- 9. Memang sangat selektif oleh penerbit sebelum diterbitkan apakah plagiat atau karya original," kata Via.

Di penghujung pemaparan bukunya, Via memberikan tips buat para pemula dalam menulis buku agar diterima untuk diterbitkan penerbit. Dia berpesan kepada para mahasiswa calon guru untuk terus
latihan menulis, tentukan tema yang mau ditulis, banyak membaca, gunakan referensi yang tepat dan belajar/memparafrase.

"Pesan saya kita perlu banyak inovasi. Buku ini sebagai motivasi dalam berkarya buat anak-anak daerah ini karena kita jangan kalah bersaing dengan anak daerah lain," pungkas Via.

Ketua Program Studi PBSI, Yustina Sako yang diwakili salah satu dosen, Stefania Sonia Manek, M.Pd mengapresiasi kepada Dosen Oktaviana yang melahirkan karya perdana untuk lembaga ini.

"Ini langkah baru dan kita patut memberi profisiat kepada Ibu Via. Pesan saya kepada mahassiswa jangan pernah berhenti belajar dan karya ini sebagai motivasi buat kita semua. Saya sampaikan bahwa ini wajib dimiliki mahasiswa untuk semua jurusan. Ini buku jadi pedoman atau referensi ketika ada penugasan dari dosen," pinta Stefania.

Turut hadir pada launching buku ini beberapa dosen seperti, Marsela Luruk Bere, M.Si, Rosalia Mulyani, M.Pd, Kepro PBSI, Yustina Sako dan Rozario M da Costa, M.Pd.(*)

Baca Berita Malaka Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved