Breaking News:

Berita Manggarai Barat

Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende Musnahkan Media Pembawa HPHK dan OPTK

sebanyak 15 ton daging ayam beku yang tidak memiliki dokumen lengkap dipulangkan ke daerah asal pengiriman di Surabaya

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/GECIO VIANA
Suasana pemusnahan 8 ekor ayam di Labuan Bajo, Kabupaten Mabar, Kamis 9 September 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende memusnahkan media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) berupa ayam kampung sebanyak 8 ekor.

Pemusnahan pada Kamis 9 September 2021 itu juga diikuti oleh sejumlah pihak, di antaranya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Manggarai Barat, Kejari Mabar, Kejari Mabar, KP3 Laut Polres Mabar, ASDP Labuan Bajo, Pemerintah Kalurahan Wae Kelambu serta aparat TNI-Polri.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian kelas II Ende, Ir. Kostan, M.M mengatakan, sejumlah ayam tersebut diamankan dalam waktu yang berbeda sejak Juli 2021 lalu karena tidak memiliki dokumen dari daerah asal.

"8 ekor ayam berasal dari Makassar dan Sumbawa, kedatangan pada 9 Juli dan 29 Juli. Pemusnahan dilakukan karena tanpa dilengkapi dokumen dari daerah asal," katanya.

Baca juga: Rumah Makan dan 2 Rumah Hunian di Labuan Bajo Manggarai Barat Terbakar

Kostan menjelaskan, pemilik hewan tersebut melanggar ketentuan lalu lintas ternak yang termuat dalam UU Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan pasal 33, di mana setiap media pembawa HPHK, hama dan penyakit ikan karantina, atau OPTK yang dimasukkan ke dalam wilayah negara Republik Indonesia wajib memenuhi tiga persyaratan.

Pertama, kata Kostan, wajib dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal dan negara transit bagi hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan, ikan, tumbuhan, dan bagian-bagian tumbuhan, kecuali media pembawa yang tergolong benda lain.

Kedua, melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditetapkan; dan ketiga, dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina di tempat-tempat pemasukan untuk keperluan tindakan karantina.

Pemusnahan dilakukan agar tidak ada hama maupun penyakit yang masuk ke wilayah Flores NTT.

Baca juga: Pembeli BBM Pertalite Antre di SPBU Lembor Kabupaten Manggarai Barat

Pada Juli 2021 lalu, sebanyak 15 ton daging ayam beku yang tidak memiliki dokumen lengkap dipulangkan ke daerah asal pengiriman di Surabaya oleh Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende Wilker Labuan Bajo.

Kejadian tersebut menunjukkan kurangnya kesadaran masyarakat, khususnya pelaku usaha untuk melengkapi dokumen karantina.

"Inilah peran dari Karantina Pertanian untuk melakukan kesadaran melalui tindakan penolakan dan pemusnahan agar masyarakat tersebut memahami tugas dan fungsi karantina," katanya.(*)

Berita Manggarai Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved