Berita Sikka
Pria asal Koting-Sikka Ditemukan Meregang Nyawa di Dalam Rumahnya
Atas kejadian tersebut saksi Maria melaporkan kejadian tersebut via telepon kepada pihak Kepolisian Sektor Melle dan anggota guna ke TKP.
Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Sungguh tak disangka dan sulit dipercaya kepergian Agustinus Silvester, warga Desa Koting B, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, Sabtu, 11 September 2021 pagi.
Pria yang mengabdi di dunia pendidikan dan berusia 52 tahun pergi menghadap Yang Maha Kuasa dengan cara yang menyedihkan.
Pasalnya, Agustinus ditemukan keluarganya merenggang nyawa di dalam rumah.
Atas kematian yang menggagetkan keluarga dan waega, keluarga lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Nelle.
Aparat Polsek Nelle dan Polres Sikka pun meluncur ke TKP dan melakukan identifikasi kematian korban karena bunuh diri.
Tim Polres Sikka dan Polsek Nelle yang berada di TKP langsung mengidentifikasi nama korban dan saksi.
Baca juga: GMNI Flores Timur Kecam Sikap Wakil Ketua DPRD SIKKA
Saksi dalam kasus itu ada tiga orang yakni Maria Goreti, Martinus Prisko dan Yoseph Sudarso.
Keterangan saksi di TKP menjelaskan, sekira pukul. 09.30 wita setelah saksi Maria membersihkan halaman rumah ia lalu memanggil korban untuk sarapan pagi.
Akan tetapi korban tidak merespon sehingga saksi Maria dengan inisiatif sendiri mengintip korban melalui jendela kamar.
Betapa kagetnya saksi Maria karena begitu melihat di dalam kamar korban sudah tak bernyawa lagi dengan cara yang menyedihkan.
Saksi Maria pun meminta tolong kepada saksi Martinus dan Yoseph guna membantu mendobrak pintu kamar karena pintu tersebut dalam keadaan terkunci dari dalam.
Setelah terbuka kedua saksi yakni Martinus dan Yoseph langsung mengangkat korban dan memberikan pertolongan.
Atas kejadian tersebut saksi Maria melaporkan kejadian tersebut via telepon kepada pihak Kepolisian Sektor Melle dan anggota guna ke TKP.
Baca juga: Bupati Sikka Penuhi Tuntutan MPK, RD Fidelis Sampaikan Terima Kasih
Polisi lalu melakukan olah TKP yang dilakukan oleh Tim Inafis Polres Sikka, Bripka Kristoforus Suri dan anggota yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Nelle, Iptu I Putu Sumandi dan Kanit Intel, Kanit Reskrim serta anggota piket.
Anggota lalu memanggil tim medis guna melakukan visum luar.
Visum dilakukan dokter Margaretha Novi Indrayani.
Dokter Novi pun kepada polisi menjelaekan, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Menurut informasi korbam mengalami penyakit depresi serta mengkomsumsi obat penenang dari dokter.
Perwakilan dari keluarga korban menolak dilakukan outopsi terhadap korban dan keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Saat ini korban disemayamkan di rumahnya di Desa Koting B.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/aparat-polres-sikka-dan-polsek-nelle.jpg)