Berita Ende
RRI Ende Gandeng Acil Tanam Pohon di Lembah Gunung Meja: Selamatkan Kota Ende
RRI Ende Gandeng Acil Tanam Pohon di Lembah Gunung Meja: Selamatkan Kota Ende
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti
POS-KUPANG.COM, ENDE - Berdasarkan data Kementerian Kehutanan RI, Kabupaten Ende memiliki 16 kawasan hutan yang jika dijaga dengan baik dapat bermanfaat bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Sedikitnya 37,14 % dari wilayah daratan Kabupaten Ende merupakan kawasan hutan, baik itu kawasan hutan konservasi, hutan lindung maupun hutan produksi.
Jumlah tersebut memang sudah melebihi standar ketentuan yaitu 30 % sehingga keberadaan kawasan hutan tersebut harus dijaga keutuhannya.
Perkembangan kota seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan akan sumber pangan dan hunian yang kini mengancam keberlangsungan kawasan hutan yang mengelilingi Kota Ende.
Baca juga: Tanam Pohon di Lembah Gunung Meja Ende, Kerja Sederhana Banyak Manfaat
Tidak sedikit kawasan hutan yang menjadi pelindung Kota Ende dari ancaman banjir bandang dan longsor, dijadaikan lahan pertanian dan pemukiman warga.
Keberadaan Gunung Meja, Wongge dan Bukit Kengo yang selama ini menjadi bagian paru-paru Kota Ende, harus terus dijaga oleh generasi Ende.
Dalam rangka memeriah peringatan Hari Radio ke-76, Lembaga Penyiaran Publik RRI Ende menggandeng Komunitas Anak Cinta Lingkungan (Acil) Ende, Pemerintah Kecamatan Ende Selatan dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kabupaten Ende Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, menggelar kegiatan Penghijauan dan dialog Interaktif di Luar Studio dengan topik " Sedekah Bumi, Gerakan Selamatkan Kota Ende ".
Kepala LPP RRI Ende, Yuliana Marta Doky, di sela kegiatan tanam pohon, mengungkapkan bahwa kegiatan penghijauan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan dalam upaya pelestarian hutan.
Baca juga: Harla Pancasila di Ende, dari Gunung Meja ke Sarasehan di Markas Kodim 1602
Merta mengatakan, hutan tidak saja menjadi paru - paru dunia, tetapi juga menjaga atau paling meminimalisir bencana alam seperti longsor dan banjir.
"Kegiatan Penghijauan Sedekah Bumi , Selamatkan Kota Ende ini memang kami lakukan untuk mendukung gerakan cinta bumi dan hutan kita untuk generasi anak dan cucu kita nanti. Apalagi, kita tahu bencana tanah longsor dan banjir yang melanda beberapa wilayah di flores dan tanah air kita ini , juga menjadi alarm untuk kita lebih peduli terhadap pelestarian alam kita." kata Marta.
Sementara itu , Umar Hamdan ,Ketua ACIL Ende mengatakan bahwa semua elemen masyarakat perlu sadar pentingnya menjaga lingkungan dan hutan demi kelestarian alam tempat kita tinggal.
Dengan menjaga kelestarian hutan, kata Umar, kita sesungguhnya menjaga dan menyelamatkan manusia dari bencana alam seperti banjir bandang , tanah longsor serta bencana akibat alih fungsi hutan sebagai penyangga paru - paru dunia.
"Karna bumi kita Cuma satu , sudah saatnya kita sebgai penghuni bumi ini untuk terus menjaga kelestarian alam tempat kita tinggal.Menjaga alam kita sama halnya menjaga kita dana anak cucuc kita kelak dari berbagai bencana yang bisa saja timbul akibat keserakahan kita membabat hutan," ungkap Umar.
Kegiatan Penghijauan " Sedekah bumi,Selamatkan Kota Ende " ini diawali dengan kegiatan Dialog Interaktif Luar Studio dan dilanjutkan dengan penanaman pohon yang diikuti oleh seluruh karyawan - karyawati RRI Ende dan beberapa Mitra kerja RRI Ende.
Terdapat 350 anakan pohon yang ditanam, diantaranya 150 anakan pohon beringin, 100 anakan pohon Mangga Harum Manis dan 100 Pohon anakan Kelengkeng. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rri-ende-gandeng-acil-tanam-pohon-di-lembah-gunung-meja-selamatkan-kota-ende.jpg)