Breaking News:

Berita Kota Kupang

Mandirikan Warga Masyarakat, Politani Negeri Kupang Gelar Kegiatan PBHM

Salah satu tri dharma perguruan tinggi adalah pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk menerapkan IPTEK di masyarakat

Penulis: Ray Rebon | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Politani Kupang dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Kelompok Tani Hutan (KTH) Fetomone di Desa Sillu Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG--Salah satu tri dharma perguruan tinggi adalah pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk menerapkan IPTEK di masyarakat.

Dalam rangka untuk membentuk dan mengembangkan masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan sosial, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Program Studi Manajemen Sumber Daya Hutan, Jurusan Kehutanan Politani Kupang dalam bentuk Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Kelompok Tani Hutan (KTH) Fetomone di Desa Sillu Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang.

KTH tersebut sudah terbentuk dari tahun 1997 dengan jumlah anggota 37 orang dan sudah bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan pada tahun 2013 dalam program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dengan luas lahan 2973,2 Ha yang tersebar di lima Desa yaitu Desa Ekateta, Desa Sillu, Desa Camplong II, Desa Oesusu, dan Desa Benu.

Baca juga: Tekan Sebaran Virus Covid-19, Kampus Politani Kupang Gelar Vaksinasi Dosis Kedua

Menurut Meilyn Renny Pathibang selaku Ketua Tim, berbagai kegiatan dilaksanakan selama pengabdian, mulai dari memberikan penyuluhan kepada anggota masyarakat yang ada di sekitar kawasan hutan Sisimeni Sanam tentang status kawasan dan manfaat ekonomi dari penerapan model agroforestry sampai membuat demplot agroforestry seluas 1 Ha.

"Pelatihan dan pendampingan kepada anggota kelompok tani tersebut dilakukan dalam bentuk demplot seluas 1 Ha," Kata Meilyn

Disampaikannya bahwa dalam lahan seluas 1 Ha tersebut, kami mengaplikasikkan IPTEK perpaduan jenis dan jarak tanam yang tepat.

Selain itu, menurut Meilyn pihaknya menerapkan IPTEK irigasi tetes sederhana dari bambu untuk mengatasi kondisi iklim di NTT yang kering dengan jumlah bulan kering ± 8-9 bulan, sedangkan bulan basah ± 3 - 4 bulan.

Baca juga: Politani Kupang Buka Pendaftaran Jalur Mandiri, Calon Mahasiswa Baru Bisa Manfaatkan Ini

PKM ini menerapkan kombinasi tanaman kehutanan, tanaman pertanian dan tanaman pakan ternak.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved