Berita Nasional

Data Pribadi Presiden Joko Widodo Dibobol, Kemenkominfo Buru-Buru Beri Klarifikasi, Begini Katanya

Publik Indonesia gempar. Data pribadi Presiden Joko Widodo terkait vaksin covid-19, kini tersebar luas. Belum diketahui oknum yang membobol data itu.

Editor: Frans Krowin
Youtube/Sekretariat Presiden
Data pribadi Presiden Joko Widodo dibobol, Menkes Budi Gunawan mengungkapkan bahwa data yang dibobol itu menyangkut NIK Sertifikat Vaksin Covid-19 

POS-KUPANG.COM – Publik Indonesia gempar. Data pribadi Presiden Joko Widodo terkait vaksin covid-19, kini tersebar luas.

Belum diketahui siapa oknum yang membobol data pribadi Presiden Jokowi tersebut.

Namun belakangan terungkap bahwa pembobolan data tersebut dilakukan melalui Aplikasi PeduliLindungi.

Terungkap pula bahwa bocornya data tersebut tak hanya menimpa Presiden Joko Widodo, tetapi juga pejabat yang lain.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin membenarkan hal tersebut.

Budi Gunardi Sadikin mengatakan, data pribadi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dibobol itu, adalah NIK yang terdapat pada sertifikat vaksin Covid-19.

Budi menyebutkan, sekarang ini data pribadi Presiden Jokowi di Aplikasi PeduliLindungi sudah dirapikan dan ditutup.

Baca juga: 3 Partai Raksasa Sebut Andika Perkasa Pantas Jadi Panglima TNI, Akankah Presiden Jokowi Setuju?

Dia mengungkapkan, bahwa tak hanya dta milik Jokowi saja, tapi ada juga data para pejabat lain yang ditutup demi keamanan.

"Tadi malam kami terinfo mengenai masalah ini, sekarang sudah dirapikan sehingga data para pejabat itu ditutup," kata Budi dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Sabtu 4 September 2021.

Lebih lanjut. Budi menuturkan jika kebocoran data ini tidak hanya terjadi pada Presiden Jokowi, tapi juga banyak pejabat lain yang NIK-nya sudah tersebar informasinya.

Oleh karena itu, kini Kemenkes kini telah menutup data pribadi dari sejumlah pejabat yang dinilai sensitif agar nantinya kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Bukan hanya Bapak Presiden saja, tapi banyak pejabat juga yang NIK-nya sudah jadi tersebar informasinya keluar, kita menyadari itu."

"Nah, sekarang kita akan tutup untuk beberapa pejabat yang sensitif, yang memang beberapa data pribadinya sudah terbuka, akan kita tutup," tambahnya.

Diketahui sebelumnya, NIK milik Presiden Jokowi yang tercantum dalam aplikasi PeduliLindungi sempat tersebar luas di media sosial.

Baca juga: Difasilitasi Julie Sutrisno Laiskodat, Frits Fanggidae Temui Presiden Jokowi, Ini Yang Dibahas

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved