Berita Nasional
Jokowi Kembali Mendapat Pujian Soal Penanganan Covid-19
Pujian terhadap Jokowi disampaikan oleh Anggota Fraksi PDIP DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak. Dia memuji Jokowi karena tidak mengklaim sepihak
Terkait klaim sepihak, sebelumnya Gilbert mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memamerkan capaian vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta. Dia mengatakan capaian vaksinasi di DKI menjadi tertinggi di Indonesia karena banyak pihak yang turun tangan.
"Vaksinasi di Jakarta sejumlah 105 persen itu belum mencapai target karena terdapat 3-4 juta non-DKI, dan tercapainya itu bila tanpa mengucapkan terima kasih ke TNI, Polri, partai politik, swasta adalah sikap tak terpuji," kata Gilbert.
Gilbert menambahkan, upaya vaksinasi di Jakarta didukung pusat sepenuhnya juga.
"Sangat tidak etis bila klaim data tersebut seakan kerja Pemprov an sich tanpa mengatakan ini karena dukungan pihak-pihak tadi. Miskinnya prestasi membuat seseorang berusaha membuat hal tak sepatutnya," ucap Gilbert.
Kontras dengan kenyataan di lapangan
Apresiasi sejumlah partai politik (parpol koalisi) pendukung Jokowi dalam penanganan Covid-19 dan ekonomi nasional sempat mendapat tanggapan dari Netty Prasetiyani, salah satu Ketua DPP PKS.
Menurut Netty, pujian yang disampaikan pimpinan parpol koalisi Jokowi tersebut sangat kontras dengan kenyataan di lapangan.
Netty menyebut masih banyak rakyat yang gelisah, susah, dan tidak tahu harus berbuat apa di tengah pandemi virus corona ini.
Selain itu, jumlah pengangguran dan pekerja yang dipecat juga meningkat.
"Pujian oleh tokoh-tokoh politik kontras dengan fakta di lapangan," kata Netty kepada CNNIndonesia.com, Senin 30 Agustus 2021.
Netty meminta Jokowi tak terlena dengan pujian yang disampaikan parpol koalisi pendukung pemerintah bahwa penanganan pandemi Covid-19 sudah berada di jalur yang tepat.
Menurutnya, seluruh indikator penanganan pandemi Covid-19 harus dianalisa lebih dahulu. Netty berpendapat, pujian dari parpol koalisi pemerintah bisa mengaburkan kondisi pandemi Covid-19 yang sebenarnya di Indonesia.
"Bahaya jika pemerintah sampai terlena dengan pujian yang tidak berdasarkan data valid. Ini bisa mengaburkan kondisi sebenarnya," ujarnya.
Netty berpendapat Indonesia masih berada dalam masa krisis pandemi Covid-19, meskipun penambahan kasus harian Covid-19 telah turun dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, kondisi krisis itu bisa dilihat dari angka positivity rate yang masih di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga proses distribusi vaksin yang belum merata dan tepat sasaran.
"Distribusi vaksin belum merata dan target harian vaksinasi sering meleset. Bahkan terjadi kasus salah sasaran penggunaan booster vaksin untuk nakes oleh sejumlah pejabat dan kelompok lain yang tidak berhak," kata anggota Komisi IX DPR itu.
Di sisi lain, Netty mempertanyakan pemerintah yang gencar menghapus mural atau coretan dinding berisi keresahan masyarakat terkait penanganan pandemi Covid-19.
Ia heran dengan tindakan pemerintah yang menghapus mural keresahan publik, namun mempublikasikan pujian dari parpol koalisi pendukung pemerintah secara masif.
"Pertanyaannya, kenapa kritik mural rakyat dihapus, tapi puja-puji yang minim data itu justru dipublikasikan luas di media," ujarnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di detik.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jokowi-dan-gilbert-simanjuntak_01.jpg)