Berita NTT

NEWS ANALYSIS Dr Pius Weraman Epidemiolog: Imunitas Nakes

NEWS ANALYSIS Dr Pius Weraman Epidemiolog: Imunitas Tenaga Kesehatan (Nakes)

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Dr. Pius Weraman, SKM. M. Kes, ahli epidemiolog, Rabu (13/05/2020) 

POS-KUPANG.COM- HARUS ada peningkatan pemantauan dan pengawasan terhadap masyarakat yang menerima layanan di rumah sakit, karena dalam situasi peningkatan kasus Covid-19 di rumah sakit dan sarana kesehatan lainnya.

Ketakutan ini tentunya membuat masyarakat harus berusaha mencari perlindungan dengan memanfaatkan vaksin.

Tenaga kesehatan sebagai garda terdepan merupakan kelompok risiko tinggi terpapar penularan virus Corna walaupun mereka telah mendapat vaksinasi lengkap.

Perlu kewaspadaan ektra ketat bagi tenaga kesehatan karena akan menimbulkan klaster baru di rumah sakit atau Puskesmas yang dapat berdampak penularan lebih luas yang tak terkendali.

Baca juga: NEWS ANALISIS Pius Weraman Epidemiolog: Kurangi Mobilitas

Saat ini pemerintah sedang merencanakan untuk vaksinasi ketiga untuk kelompok rentan (keadaan darurat), sangat tergantung kebijakan dari setiap negara untuk mengatasi pandemik ini.

Setiap negara mempunyai masalah berbeda dan perlu menentukan rencana mengenai pemberian vaksinasi ketiga ini.

Tetapi The Joint Committee on Vaccination and Immunization (JCVI-UK) menganjurkan pemberian suntikan ketiga pada musim tertentu kepada kelompok rentan, yaitu dewasa berumur 18 tahun yang menderita imunokompromais atau secara klinis sangat rentan tertular.

Kelompok ini seperti, Lansia berumur sekitar 70 tahun, termasuk mereka yang tinggal di panti wreda, tenaga kesehatan yang berhubungan dengan pasien Covid-19 dan pekerja sosial yang merawat kelompok rentan.

Baca juga: NEWS ANALYSIS Dr Pius Weraman Epidemolog: Perkuat Imun Tubuh

Kelompok yang mendapat perhatian utama adalah tenaga kesehatan karena masalah yang dihadapi oleh para nakes harus segera diatasi. Imunitas para nakes perlu segera ditingkatkan, Vaksinasi booster kepada para nakes diberikan pada 3-6 bulan dari vaksinasi pertama, Vaksin booster dapat mempergunakan vaksin dari platform yang sama atau platform yang berbeda.

Pemberian vaksinasi booster segera dilakukan karena mengingat telah terjadi penurunan imunitas setelah 6 bulan dari pemberian vaksin Sinovac dua kali, dan perlu pula direncanakan pemberian booster pada semua masyarakat.

Untuk vaksinasi booster pada semua masyarakat diperlukan perencanaan tersendiri dengan mengingat masalah logistik dan sumber daya manusia yang tersedia, dan dapat dilaksanakan setelah 12 bulan dari vaksinasi pertama.

Sangat dibutuhkan penelitian penunjang untuk menentukan vaksinasi booster pada semua masyarakat secara massal, diperlukan penelitian pada tenaga kesehatan yang telah mendapat vaksinasi booster.

Penelitian yang disarankan adalah, pemeriksaan titer antibodi anti pada 2-4 minggu pasca vaksinasi booster, dilakukan secara random (mengingat sarana dan biaya). Pemantauan break-through of severe Covid-19 cases pada semua tenaga kesehatan yang mendapat vaksinasi booster. (ant)

Baca Berita NTT Lainnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved