Berita Kupang
Jokowi Undang Frits Fanggidae
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengundang Dr Frits Fanggidae mengikuti pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta
POS-KUPANG.COM- PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengundang Dr Frits Fanggidae mengikuti pertemuan bersama tokoh lintas agama, tokoh pendidikan dan tokoh masyarakat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 30 Agustus 2021 siang.
Akademisi Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang ini merupakan satu- satunya peserta pertemuan asal NTT.
Ia bersama 13 tokoh lainnya, termasuk Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Ketua Umum Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi).
Menurut Fritz, pertemuan berlangsung selama dua jam, dimulai pukul 13.30 WIB. Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan Menteri Sekretaris Kabinet (Menseskab).
Baca juga: Jokowi Ajak Masyarakat Dukung Konser Godbless, Bagian Penting Perjalanan Sejarah Musik Tanah Air
"Saya diundang beliau ke Istana untuk mendengar arahan tentang penanganan Covid- 19 dan pembangunan ibu kota negara yang baru di Kalimantan Timur. Pak Presiden menyampaikan data perkembangan Covid-19 dan penanganannya melalui PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat)," terang Fritz ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin sore
Fritz mengatakan, pemerintah melakukan akselerasi vaksinasi. "Mulai September- Oktober akan mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi serta rencana pembangunan ibukota negara baru di Kaltim," tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Fritz yang juga pengamat ekonomi ini menyampaikan bahwa, NTT mendukunga upaya pemerintah mengatasi Covid-19. "Kami semua di NTT mendukung upaya pemerintah pusat untuk mengatasi masalah Covid-19 dan berharap agar vaksinasi di perkotaan dipercepat," ujarnya.
Dalam konteks NTT, lanjut Frits, penyebaran Covid-19 di desa relatif kecil, tetapi dampak ekonomi bagi desa sangat besar karena aliran barang dari desa ke kota terhambat.
Baca juga: Ternyata Ini Alasan Utama KKB Papua Memberontak Sampai Tembak Mati Warga, Presiden Jokowi pun Tahu
"Jadi percepatan vaksinasi di perkotaan dapat menurunkan level PPKM sehingga aktivitas ekonomi daerah berjalan baik, maka dampak terhadap pemulihan ekonomi nasional baik pula," ujarnya. (aca)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pengamat-ekonomi-dr-frits-o-fanggidae.jpg)