Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 29 Agustus 2021: Hati-hati Jaga Hati
RD. Eman Kiik Mau menulis renungan harian katolik 29 Agustus 2021 dengan judul yang menarik, Hati-hati Jaga Hati. Tersedia teks lengkap bacaan.
Renungan Harian Katolik Minggu 29 Agustus 2021: Hati-hati Jaga Hati (Ul 4:1-2.6-8; Yak 1:17-18.21b-22.27; Mrk 7:1-8.14-15.24-23)
Oleh: RD. Eman Kiik Mau
POS-KUPANG.COM - Hari ini kita disuguhi sebuah permenungan yang spesial tentang HATI.
Nabi Musa dalam bacaan pertama menegaskan umat Israel yang pada waktu itu sudah mendaki Tanah Terjanji untuk selalu setia, jujur dan penuh pengabdian kepada Allah Israel.
Mereka diingatkan untuk tidak perlu berlebihan dan tidak juga mengurangi yang telah diajarkan kepada mereka oleh Nabi Musa sebagai juru bicara Allah.
Ini juga bisa menjadi nasihat untuk kita. Hati yang tertuju kepada Allah yang akan menjadi jaminan bagi kita untuk selalu dalam situasi "Tanah Terjanji", yakni situasi di mana Allah selalu hadir untuk menjaga, melindungi dan memberkati kita.
Pernah mendengar, mengalami atau bahkan kita juga pernah mengatakan ekspresi, 'jangan sok suci'.
Ekspresi inilah yang disampaikan oleh Yesus kepada orang-orang Farisi karena mereka melakukan perintah agama mereka demi popularitas, demi kepentingan pribadi dan demi terlihat suci oleh orang lain.
Yesus dalam arti tertentu juga menegur kita untuk tidak bersikap suci atau kudus demi kepentingan pribadi.
Yesus mengingatkan bahwa apa yang datang dari luar diri kita itu baik dan suci selama kita mengonsumsi hal-hal ini dalam batas kewajaran dan dengan maksud yang baik.
Tetapi, justru hal-hal dari dalam hati, pikiran dan kehendak manusiawi kita seperti berpikir jahat, gosip, iri, dendam, sombong, bebal, yang akan mengharamkan atau menajiskan kita.
Tindakan rohani sekalipun jika tidak didasari pada cinta akan Allah dan sesama, akan membuat kita najis dan haram.
Oleh karena itu, hati-hati jaga hatimu. Petunjuk Rasul. Santo Yakobus dalam bacaan kedua, hendaknya kita menerima, mengikuti, bahkan menjadi pelaku firman yang berkuasa menyelamatkan hati dengan melakukan perbuatan-perbuatan kasih.
Semoga bacaan-bacaan suci hari ini sungguh-sungguh menginspirasi kita semua untuk menjaga hati kita agar selalu murni dan jujur serta selalu tertuju kepada Sang Pemberi dan Pemilik Hati itu.
Semoga Tuhan senantiasa menjaga dan memberkati kita semua. Amin.*
Teks Lengkap Bacaan 29 Agustus 2021:
Bacaan I : Ulangan 4:1-2.6-8
Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu; dengan demikian kamu berpegang pada perintah Tuhan
Di padang gurun seberang Sungai Yordan Musa berkata kepada bangsanya, “Hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup, dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allah nenek moyangmu.
Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu, dan janganlah kamu menguranginya; dengan demikian kamu berpegang pada perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu.
Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaan dan akal budimu di mata bangsa-bangsa.
Begitu mendengar segala ketetapan ini mereka akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi!
Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti Tuhan, Allah kita, setiap kali kita berseru kepada-Nya?
Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan : 15:2-3a.3cd-4ab.5
Refr. Tuhan siapa diam di kemah-Mu, siapa tinggal di gunung-Mu yang suci?
- Yaitu orang yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya; yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya.
- Yang tidak berbuat jahat terhadap teman, dan tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang memandang hina orang yang tercela, tetapi menjunjung tinggi orang-orang yang bertakwa.
- Yang tidak meminjamkan uang dengan makan riba, dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian tidak akan goyah selama-lamanya.
Bacaan II : Yakobus 1:17-18.21b-22.27
Hendaklah kamu menjadi pelaku firman
Saudara-saudaraku yang terkasih, setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang.
Pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan pertukaran. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya pada tingkat yang tertentu kita menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.
Terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
Hendaklah kamu menjadi pelaku firman, dan bukan hanya pendengar! Sebab jika tidak demikian, kamu menipu diri sendiri.
Ibadah sejati dan tak bercela di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemari oleh dunia.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Bacaan Injil : Markus 7:1-8.14-15.21-23
Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia
Pada suatu hari serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.
Mereka melihat beberapa murid Yesus makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.
Sebab orang-orang Farisi – seperti orang-orang Yahudi lainnya – tidak makan tanpa membasuh tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang.
Dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya.
Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas tembaga.
Karena itu, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada Yesus, “Mengapa murid-murid-Mu tidak mematuhi adat istiadat nenek moyang kita? Mengapa mereka makan dengan tangan najis?”
Jawab Yesus kepada mereka, “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sebab ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”
Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka, “Dengarkanlah Aku dan camkanlah ini! Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskan dia!
Tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskan dia! Sebab dari dalam hati orang timbul segala pikiran jahat, pencabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Doa
Tuhan, berilah kami hati yang suci, bersih dan murni agar mampu tangan kami digerakkan olehnya untuk mengasihi dan melayani secara tulus. Engkaulah sumber dan asal segala yang baik.
Bangkitkanlah dalam diri kami kasih akan Dikau dan tambahkanlah iman kami. Semoga Engkau memupuk benih-benih yang baik dalam diri kami dan memeliharanya sampai menghasilkan buah. Amin.*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rd-eman-kiik-mau_02.jpg)