Senin, 8 Juni 2026

Berita Manggarai Barat

Pelaku Perjalanan di Labuan Bajo Keluhkan Tidak Ada Laboratorium PCR

Sejumlah pelaku perjalanan mengeluhkan ketiadaan Laboratorium Polymerase Chain Reaction ( PCR) di Labuan Bajo

Tayang:
Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Para pelaku perjalanan saat antre di Klinik Omsa Medic Labuan Bajo, Selasa 23 Agustus 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Sejumlah pelaku perjalanan mengeluhkan ketiadaan Laboratorium Polymerase Chain Reaction ( PCR) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Rabu 25 Agustus 2021.

Laboratorium PCR yang tidak ada di daerah Destinasi Super Prioritas (DSP) itu, mengakibatkan pelaku perjalanan sulit bepergian ke luar wilayah yang mewajibkan hasil PCR sebagai syarat penerbangan.

Beruntung, terdapat satu klinik di Labuan Bajo yakni Omsa Medic Labuan Bajo, yang dapat melayani tes PCR, namun pengujian sampel dilakukan di luar daerah.

Seorang pelaku perjalanan, Budi Hariyono (40) mengaku sulit melakukan perjalanan karena tes PCR yang memakan waktu hingga beberapa hari.

Baca juga: Dalam 3 Hari, 5 Pasien Positif Covid-19 di Manggarai Barat Meninggal Dunia

"Kami misalkan mahal (tarif PCR) pun istilahnya dipercepat, istilahnya dalam beberapa jam dalam satu hari cepat lagi, kan enak, kami tidak usah tunggu 2 sampai 3 hari. Kalau tunggu 2 sampai 3 hari waktu kami habis kami rugi juga diperjalanan, kami rugi waktu," ungkapnya.

Pihaknya berharap, tidak ada aturan yang menyulitkan pelaku perjalanan dan laboratorium PCR dapat segera dihadirkan di Labuan Bajo, sehingga tidak menyulitkan masyarakat.

"Pemerintah pikir kami di lapangan ini, kami juga istilahnya jangan dipersulit, mau kerja cepat. Istilahnya masuk, walaupun PCR bayar mahal tapi langsung jadi, satu 2 jam, kita tidak usah tunggu 2-3 hari," katanya.

Sementara itu, Manager Area Omsa Medic Labuan Bajo, Wira Pranata mengaku, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Mabar telah melakukan visitasi dan Klinik Omsa Medic Labuan Bajo telah mendapatkan rekomendasi untuk pelayanan tes PCR.

Baca juga: Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Manggarai Barat Tinggi, 69 Pasien Masih Diisolasi

Lebih lanjut, sampel yang ada akan dikirimkan ke laboratorium rujukan yakni Laboratorium Biomolekuler RSUD Mangusada Badung Bali. Hasil tes PCR didapatkan berselang 2 hari.

"Karena kami perujuk, jadi dibutuhkan waktu 2 hari sampel tersebut dikeluarkan hasil," katanya.

Selanjutnya, hasil PCR akan dikirim dalam bentuk file PDF menggunakan aplikasi WhatsApp kepada pelaku perjalanan untuk digunakan saat penerbangan.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Bupati Mabar, dr Yulianus Wengi mengatakan, pihaknya telah berusaha membantu para pelaku perjalanan dengan mengirimkan surat ke Pemerintah Provinsi Bali dan Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Badung.

Dalam surat tersebut, Pemda Mabar meminta kompensasi agar pelaku perjalanan menjalani tes PCR di Provinsi Bali.

"Pemda sudah berupaya, tanggal 13 Agustus 2021 sudah meminta melalui surat karena di sini belum ada laboratorium PCR, lalu ada juga yang melakukan pengecekan PCR tapi harganya melampaui yang ditetapkan kementerian maka dibuat surat untuk keluar dari Labuan Bajo ini harus memiliki kartu vaksin dosis tahap 1, lampirkan surat rapid tes antigen, PCR tidak perlu, cukup menandatangani format bahwa mereka siap melakukan tes PCR di tempat tujuan," katanya.

Namun demikian, surat tersebut hingga saat ini belum mendapatkan tanggapan.

"Sampai saat ini belum ada respon. Usaha lainnya ada klinik yang sudah mau layani tes PCR," katanya.

Di kesempatan berbeda, Bupati Mabar, Edistasius Endi mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat sebanyak 3 kali untuk meminta alat PCR ke BNPB dan Pemprov NTT.

"Terkait itu, tidak hanya jadi kebutuhan rakyat di kabupaten ini, tapi orang yang datang ke Labuan Bajo, bukan hanya rakyat Mabar," katanya. (*)

Berita Manggarai Barat Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved