Breaking News:

Salam Pos Kupang

Amye Un Menginspirasi

PEMILIHAN Wali Kota Darwin Northern Territory, Australia mencuri perhatian publik Indonesia, termasuk NTT

Editor: Kanis Jehola
Dok Pos-Kupang.Com
Logo Pos Kupang 

POS-KUPANG.COM- PEMILIHAN Wali Kota Darwin Northern Territory, Australia mencuri perhatian publik Indonesia, termasuk NTT. Hal ini karena seorang calonnya adalah Amye Un (62), wanita asal Amanatun, Kabupaten TTS. Ia maju lewat jalur independen melawan lima kandidat lainnya, termasuk Wali Kota Darwin saat ini. Pemungutan suara berlangsung, Sabtu 28 Agustus 2021.

Amye Un kelahiran Niki-Niki, Amanuban Tengah dan dibesarkan di Kota Kupang. Anak ke-7 dari 10 bersaudara ini merupakan alumni SMEA Pembina Negeri Kupang. Sekolah di Jalan Prof Dr WZ Johannes Kelurahan Oetete Kecamatan Oebebo ini telah berganti nama menjadi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kota Kupang.

Amye Un sudah berganti kewarganegaraan menjadi warga negara Australia pada tahun 1998 atau 23 tahun yang lalu. Keputusan itu ia lakukan setelah menikah dengan pria Australia.

Meski demikian, Amye Un tidak serta merta dilepaspisahkan dari NTT karena faktor genetika, ikatan emosional kekeluargaan dan historical (sejarah).

Baca juga: Cerita Keluarga di NTT Tentang Calon Walikota Darwin Amye Un : Ada Darah Politik dari Keluarga

Kemunculan Amye Un di pentas politik luar negeri mengagetkan publik. Mengapa? Karena sangat jarang orang Indonesia menggeluti politik dan menjadi calon pemimpin negara lain. Boleh jadi, Amye Un sebagai orang pertama asal Indonesia yang memilih jalur politik.

Selama ini kita sering mendengar orang Indonesia berkecimpung di luar negeri hanya sebagai pekerja kasar termasuk pembantu rumah tangga, berbisnis dan belajar (pendidikan). Hal berbeda dilakukan Amye Un, membuat terobosan dengan menjadi politisi.

Sebelumnya pada Agustus 2020 Amye Un ikut pemilihan legislatif melalui jalur independen. Ia terpilih dengan mendulang 10,3 persen suara. Perolehan suaranya tertinggi dari 11 calon independen lainnya. Meski demikian, Amye Un menolak menduduki kursi legislatif.

Pencapaian Amye Un sebagai calon legislatif dan calon wali kota patut diapresiasi. Pencalonannya tidak asal-asalan. Bukan main-main. Atau hanya sekedar pengembira. Melainkan pertaruhan harga diri, reputasi serta pembuktian dukungan masyarakat kecil terhadap Amye Un.

Baca juga: Amye Un, Perempuan Kelahiran Niki-niki TTS, Calon Walikota Darwin Mohon Doa dari Warga NTT

Kita dapat menarik kesimpulan bahwa keberanian Amye Un menjadi calon legislatif dan calon wali kota di luar negeri, apalagi sebagai calon independen, menunjukan kiprah dan basis dukungan kepadanya yang luar biasa. Amye Un tentu sudah banyak berbuat untuk masyarakat Kota Darwin sehingga sudah saatnya menuai apa yang ditanam selama ini.

Amye Un membuat kita bangga. Dia telah mengharumkan nama NTT. Dia menginspirasi karena sudah mengangkat derajat perempuan NTT. Amye Un mendobrak budaya patriarki yang dominan.

Oleh karena itu, sangatlah pantas dan wajar kita mendukung Amye Un. Kita mendoakannya agar terpilih menjadi Wali Kota Darwin. Ia mampu memimpin dan mewujudkan perubahan termasuk kesejahteraan bagi semua masyarakat Kota Darwin. Amye Un telah membuka jalan.

Kita berharap muncul wanita asal NTT lainnya dalam pentas politik di luar negeri. Atau setidaknya sukses berkarier di bidang-bidang kehidupan yang lain. Semoga!

Baca Salam Pos Kupang Lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved