Berita Sikka
Relawan Covid-19 dan Sopir Ambulance di Sikka Nyaris Jadi Korban Amukan Keluarga Isoman
Tim relawan Covid-19 dan sopir ambulance di Kabupaten Sikka nyaris menjadi korban amukan keluarga pasien isoman
Penulis: Aris Ninu | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG.COM, MAUMERE-Tim relawan Covid-19 dan sopir ambulance di Kabupaten Sikka nyaris menjadi korban amukan keluarga pasien isoman. Perjuangan dan kerja kerad para petugas Covid-19 di kabupaten Sikka sungguh beresiko dan mengancam keselamatan diri mereka.
Pasalnya, para petugas berhadapan dengan ketidakpuasan keluarga pasien Covid-19 ketika bertugas.
Hal ini dialami relawan covid-19 bernama Neno da Silva dan seorang sopir ambulance bernama Erans saat kedua petugas ini mau menjemput warga yang selama ini menjalani Isolasi Mandiri di kampungnya di salah satu desa yang ada di Kecamatan Doreng guna dipindahkan di Isolasi Terpusat (Isoter) di Maumere pada Minggu (15/8/2021).
Dua petugas ini nyaris jadi amukan keluarga pasien Covid-19. Beruntung keduanya sigap dan berhasil selamat dari protes keluarga. Bahkan keduanya luput dari amukan keluarga yang naik pitam sambil memegang parang.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Sikka, Meninggal 74 , Sembuh 3.601 lalu Terkonfirmasi Positif 4.136
Aksi protes dan amukan keluarga Isoman Covid di Kecamatan Doreng nyaris menebas seorang relawan covid-19 bernama Neno da Silva dan seorang sopir ambulance bernama Erans memakai parang saat kedua petugas ini hendak menjemput warga yang selama ini menjalani isolasi mandiri di kampungnya untuk kemudian dipindahkan di Isolasi Terpusat (Isoter) di Maumere pada Minggu (15/8/2021).
Namun berkat kesigapan relawan dan sopir itu maka keduanya luput dari bahaya maut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus, MH.Apt, MH kepada wartawan di Maumere, Selasa, 17 Agustus 2021 menjelaskan, pihaknya telah memastikan kalau kedua stafnya itu ditugas ke Doreng dalam upaya menjemput isoman agar selanjutnya isoman menjalani isolasi terpusat di Maumere.
“Namun upaya menjemput saat itu gagal karena saat tiba di Doreng, kedua petugas itu dikejar dengan parang oleh oknum keluarga isoman. Puji Tuhan, relawan dan sopir kita cepat menyelamatkan diri,” kata Kadis Petrus.
Baca juga: Penanganan Covid-19 di Sikka, Pemkab Sikka Bangun 49 Ruangan
Sementara itu, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo mengaku sangat terkejut dengan aksi penyerangan terhadap sopir ambulance dan relawan saat menjemput warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) yang dilakukan oleh salah seorang keluarga isoman di Kecamatan Doreng.
Kabupaten Sikka pada Minggu Orang nomor satu di Kabupaten Sikka ini kepada wartawan usai menyampaikan kalau kejadian di Doreng telah dilaporkan kepadanya.
"Saya baru dilaporkan semalam. Saya terkejut soal sopir ambulans covid itu diserang oleh warga yang positif itu. Katanya dia mau dipotong berkali-kali tapi mungkin dia jago silat sehingga tidak mengenai tubuhnya. Hanya lecet-lecet di kakinya karena terjatuh. Jadi ceritanya Begitu jatuh dia masih ditebas pakai parang. Dia punya takut mati yang membuat dia semangat. Ini sungguh mengerikan,” tutur Bupati Sikka.
Bupati Sikka mengaku kalau sopir ambulance menjemput isoman di Doreng dan selanjut menjalani isolasi terpusat di Kota Maumere supaya ditangani dengan baik.
“Upaya itu adalah ingin menjemput mereka yang tidak mampu dari aspek ekonomi. Kita mengajak untuk isolasi secara terpusat. Jadi maksudnya baik, mereka kita rawat, kasih susu, kasih vitamin serta imun yang kuat sehingga dia bisa selesai dengan covidnya,” kata Bupati Sikka.
Bupati Sikka menegaskan, satu kasus dari sekian banyak warga Kabupaten Sikka yang mengerti, dan itu tidak masalah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/relawan-covid-19-dan-sopir-ambulance-di-sikka-nyaris-jadi-korban-amukan-keluarga-isoman.jpg)