Berita Belu
Bocah Viral Panjat Tiang Bendera, Joni Kala Selalu Jaga Kesehatan
Yohanes Ande Kala yang biasa disapa Joni Kala terus menjaga kebugaran tubuhnya. Bocah viral pemanjat tiang bendera
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Yohanes Ande Kala yang biasa disapa Joni Kala terus menjaga kebugaran tubuhnya. Bocah viral pemanjat tiang bendera tiga tahun lalu itu kini sudah berusia 17 tahun.
Buah hati dari pasangan Beterino Fahik Marsal (alm) dan Lorensa Gama ini mengenyam pendidikan di SMAN 1 Atambua, Kabupaten Belu, daerah perbatasan RI-RDTL.
Sejak kecil, Joni bercita-cita menjadi tentara. Kini ia bertumbuh dewasa. Ia bertekad agar cita-citanya terwujud. Untuk mewujudkan cita-cita itu, Joni selalu menjaga kesehatan, berdoa dan rutin berolahraga, lari sore, push upa, sit up dan restok.
"Cita-cita saya jadi tentara. Saya selalu jaga kesehatan dengan berolahraga. Lari sore, push up, sit up dan restok", katanya saat diwawancara Pos Kupang. Com di kediamannya, Kamis 13 Agustus 2021.
Baca juga: Joni Kala Jejaki Spirit Sang Ayah
Saat ditemui Pos Kupang.Com, Joni mengenakan seragam sekolah, putih abu. Kepalanya diikat kain merah putih. Katanya, ia baru saja pulang dari lokasi pembuatan vidio dalam rangka HUT Kemerdekaan RI. Ia juga mengenakan seragam karena disaat bersamaan akan bertemu Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh untuk menyerahkan bingkisan Kemerdekaan dari Kapolda NTT.
Pada kesempatan itu, remaja kelahiran 10 Oktober 2004 ini mengatakan, sebagai seorang siswa, tugas pokoknya adalah belajar. Selama pandemi, Joni belajar dari rumah sesuai kebijakan sekolah. Selain belajar, Joni yang semakin bertumbuh dewasa ini ikut membantu orang tua di rumah, membersihkan rumah, masak, cari kayu api.
Menurut Joni, saat ini tinggi badannya 154 sentimeter dan berat badan 52 kilogram.
Saat ini, Joni tinggal bersama ibunya. Ayahnya sudah meninggal 14 September 2020. Rumah Joni beralamat di di RT 12/RW 05, Dusun Halimuti, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Mereka tinggal disitu sejak tahun 2004, setelah pindah dari salah satu dusun yang ada di Desa Silawan. Letak rumah Joni persis di pinggir jalan utama Atambua-Motaain.
Baca juga: Joni Kala Setia Menjaga Simbol Negara
Joni menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah membangun rumah untuknya. Ia selalu merawat rumah itu dengan baik.
"Terima kasih bapak Presiden telah membangun rumah buat Joni. Saat ini saya sudah tinggal di rumahnya. Saya selalu merawat rumah ini", pungkasnya.
Kakak ipar Joni, Ciquito Humberto saat ditemui Pos Kupang. Com menceritakan, selama ini Joni sehat-sehat saja. Joni rajin ke sekolah dan sepulang sekolah tetap meluangkan waktu belajar kemudian berolahraga.
"Karena masih covid, belajarnya tidak di sekokah tapi di rumah saja. Jadi dia tidak kemana hanya belajar di rumah saja dan olahraga lari sore", kata Humberto.
Lanjut Humberto, sejak kecil Joni mempunyai cita jadi tentara. Sebagai keluarga mereka mendukung dan terus memotivasi Joni agar menjaga kesehatan, belajar yang rajin.
"Joni sampaikan ke keluarga kalau cita-citanya mau jadi tentara. Inginnya di bintara. Dari kecil kalau kami tanya dia bilang cita-cita jadi tentara. Kami semua dukung itu", Humberto. (*)
Berita Kabupaten Belu Lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bocah-viral-panjat-tiang-bendera-joni-kala-selalu-jaga-kesehatan.jpg)