Rabu, 6 Mei 2026

Berita Kota Kupang

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kost

Ema dan Nanang mengakui kalau korban sudah 4 tahun menjadi salah satu penghuni kamar kost dari 4 kamar kost miliknya.

Tayang:
Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
FYB alias Nona (22), mahasiswi semester IX jurusan PJKR FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang ditemukan meninggal dunia di kamar kostnya 

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kost

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG--FYB alias Nona (22), mahasiswi semester IX jurusan PJKR FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang ditemukan meninggal dunia di kamar kostnya, Selasa, 10 Agustus 2021.

Korban ditemukan di kamar kost milik Nanang Kauh di jalan KB Lestari nomor 12, RT 30/RW 13, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Korban pertama kali ditemukan ibu kost nya, Ema Muda (42) sekitar pukul 08.30 wita.

Saat itu Ema Muda mengantar bubur karena korban sakit. 

"Saya ketuk pintu tapi tidak ada jawaban, saya ketuk lagi dan panggil nama (korban) tapi juga tidak ada sahutan. Biasanya hanya satu kali ketuk dia langsung buka. tapi kali ini sekitar setengah jam saya ketuk pintu tapi tidak ada jawaban," ujar  Ema.

Baca juga: Kota Kupang Kembali Perpanjang PPKM Level IV

Ema pun memberitahukan kepada suaminya dan anak kost yang lain. 

Mereka menggedor pintu kamar kost korban namun tidak ada jawaban. Pemilik kost dan anak kost kemudian mencungkil jendela dan menemukan korban sudah tidak bernyawa di atas tempat tidurnya.

Nanang selaku pemilik kost kemudian melaporkan kepada polisi di Polsek Kelapa Lima dan Polres Kupang Kota terkait kejadian tersebut.

Korban diketahui sudah dua kali menjalani vaksin. Vaksin kedua dijalani korban pada akhir Juli 2021 lalu.

"Sepertinya korban menyembunyikan sakitnya saat divaksin. Padahal saat itu korban sudah sakit dan seperti kelelahan dan berat badan semakin menurun," ujar Ema saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (10/8/2021).

Ema menceritakan kalau korban berusaha kuat dan tidak menyampaikan soal sakitnya saat menjalani vaksin hingga bisa mendapatkan dua kali vaksin.

Baca juga: Aksi Ahok dan Putranya Yosafat Belajar Golf Bikin Salfok, Ekspresi Anak Puput Nastiti Jadi Sorotan

Ema dan Nanang mengakui kalau korban sudah 4 tahun menjadi salah satu penghuni kamar kost dari 4 kamar kost miliknya.

Selama ini korban yang berasal dari Maumere Kabupaten Sikka cenderung tertutup dan tidak menceritakan keadaannya maupun keadaan orang tuanya.

Diketahui kalau ibu korban sudah beberapa tahun tinggal di Kalimantan menjadi tenaga kerja di Kalimantan. 

Sementara ayah korban tinggal di Maumere Kabupaten Sikka.

Pemilik kost dan rekan korban sudah berulang kali meminta korban ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatan. 

Baca juga: Update Jumlah Kasus Covid-19 di Kota Kupang, Ini Datanya

"Kadang korban mengalami batuk parah jelang subuh dan saya sering bangun mengecek keadaan korban," ujarnya.

Ema juga tidak tega melihat keadaan korban sehingga sering mengajak korban ke rumah sakit namun korban sering menolak dan beralasan masih menunggu ayahnya datang dari Maumere.

"Saya pernah telepon mobil Brigade Kupang Sehat untuk menjemput korban karena saya lihat berat badan korban makin menyusut, tapi korban menolak," ujar Ema.

Kamis 5 Agutus 2021 lalu, Ema kembali memaksa korban ke rumah sakit sehingga korban pun diantar kerabatnya ke Puskesmas Oesapa. 

Hasil pemeriksaan menunjukkan kalau korban menderita sakit TBC akut dan harus mengkonsumsi obat dalam jangka waktu lama.

Baca juga: Update Data Cakupan Vaksinasi di Kota Kupang, Cek Infonya

Petugas Puskesmas Oesapa memberikan obat yang harus dikonsumsi korban dan korban diminta kembali melakukan kontrol kesehatan dua pekan kedepan. 

"Baru empat hari minum obat dari Puskesmas, korban sudah meninggal dunia," ujar Ema.

Ema sendiri rutin mengontrol keadaan korban. Hampir setiap pagi Ema menyiapkan bubur bagi korban terutama sejak korban dinyatakan TBC akut. 

"Saya layani korban seperti anak sendiri. Saya banyak mencari informasi dari internet terkait kondisi korban dan ternyata dugaan saya benar kalau korban sakit TBC," ujarnya.

Sejumlah rekan dan kerabat korban masih mengunjungi korban pada Senin (9/8/2021) malam. 

Bahkan Rahma (21), rekan korban masih menyuapi korban untuk makan malam dan meminta korban rutin minum obat dari Puskesmas.

Baca juga: Update Data Cakupan Vaksinasi di Kota Kupang, Cek Infonya

Selain sakit TBC akut, korban juga diketahui memiliki riwayat sakit lambung akut. Hingga saat ini berat badan korban hanya 26 kilogram.

Pasca penemuan jenazah korban, tim gugus tugas dari Kecamatan Kelapa Lima  ke lokasi kejadian melakukan tes dan swab. Hasilnya, korban negatif covid 19 sehingga pengurusan jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

Aiptu Mick Terru, Ka SPKT Polsek Kelapa Lima yang dikonfirmasi, Selasa (10/8/2021) mengaku kalau awalnya Polsek Kelapa Lima mendapatkan laporan soal penemuan mayat.

Pihak Polsek Kelapa Lima juga menghubungi petugas identifikasi Satuan Reskrim Polres Kupang Kota.

"Tidak ada tanda kekerasan saat kita melakukan pemeriksaan luar. korban juga negatif covid 19 dan dipastikan korban meninggal karena sakit. Pengurusan jenazah korban selanjutnya kami serahkan kepada pihak keluarga dan pemilik kost," ujar Mick Terru. (*)

Berita Kota Kupang Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved