Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 8 Agustus 2021: Perjalanan Panjang Menuju Allah
Perjalanan untuk menjumpai Allah sangat panjang dan jauh. Tidak mudah. Butuh energi, kesabaran, kemauan yang kuat dan ketekunan.
Renungan Harian Katolik Minggu 8 Agustus 2021: Perjalanan Panjang Menuju Allah (Yoh 6 :41-51)
Oleh: RD. Maxi Un Bria
POS-KUPANG.COM - Perjalanan untuk menjumpai Allah sangat panjang dan jauh. Tidak mudah. Butuh energi, kesabaran, kemauan yang kuat dan ketekunan.
Sebagai manusia biasa mungkin saja kita akan mengalami rasa putus asa dan kekeringan rohani, dalam himpitan aktivitas dan pergumulan di dunia, namun Allah dengan cara yang istimewa menuntun setiap orang sampai kepada tujuan.
Elia juga merasa putus asa dalam perjuangan dan perjalanannya untuk menjumpai Allah. Ia putus asa dan mengingini kematian, karena merasa tidak pantas di hadapan Allah.
Ia lapar, kehilangan harapan dan semangat. Namun dalam keadaan demikian Allah menyediakan makanan baginya. Lebih dari itu Allah mengutus malaikat untuk berdialog dan memberikan peneguhan baginya. Sehingga Elia bangkit, makan dan kuat melanjutkan perjalanannya untuk menjumpai Allah.
Seperti Elia, setiap orang beriman membutuhkan asupan makanan jasmani dan rohani dalam perjalanan panjang menjumpai Allah. Hanya dalam keseimbangan antara kebutuhan lahiriah dan rohani, menusia mendapat kekuatan dan alami damai sejahtera dalam ziarah kehidupan ini.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 7 Agustus 2021: Doakanlah yang Sakit
St. Paulus mengingatkan Jemaat di Efesus dan segenap insan beriman agar tetap mengusahakan damai sejahtera di dalam Kristus dalam perjalanan panjang menuju Allah. Kita dinasihati agar hidup sedemikian rupa seperti Kritus agar berkenan di hadapan Allah.
“Hendaklah kamu ramah terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah telah mengampuni kamu dalam Kristus”. Sebab dengan cara demikian kita hidup dan tetap dirahmati untuk berada dalam kasih Kristus.
Hari ini Kristus menegaskan diri sebagai Roti Hidup yang memberikan jaminan bagi hidup yang kekal. Ia telah mengorbankan dan memberikan diri-Nya secara total agar manusia mengalami keselamatan.
Dengan mengimani dan menyambut Tubuh dan Darah Kristus, kita memperoleh kesegaran dan kekuatan untuk keselamatan jiwa dan mengikuti jalan Tuhan. Paus Benediktus XVI mengatakan, “Jalan Tuhan itu tidak mudah, tapi kita tidak diciptakan untuk suatu hidup yang mudah, melainkan untuk hal-hal besar yakni kebaikan" ( B. Santoso,2020,242).
Marilah melanjutkan perjalanan menuju Allah dengan mendengarkan, merenungkan dan melaksanakan Sabda Tuhan serta tekun melakukan perbuatan-perbuatan baik. Tinggal di dalam kasih Kristus dan mengimani Kristus sebagai Roti Hidup untuk hidup yang kekal.
Selamat Hari Minggu, Salve. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/maxi-un-bria-florens-rd_05.jpg)