Berita Flores Timur
Estrata Band, Grup Musik Anak Desa yang Menginspirasi Kaum Muda Lewat Lagu
Teruslah berkarya, ceritakan pada dunia tentang keindahan alam, keunikan budaya, adat Lamaholot lewat syair lagu
Estrata Band, Grup Musik Anak Desa yang Menginspirasi Kaum Muda Lewat Lagu
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda
POS-KUPANG.COM, ADONARA-Hidup di desa nyatanya tidak mematikan kreativitas anak-anak muda.
Di Desa Bloto, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, lima anak muda berhasil membentuk sebuah grup musik yang diberi nama Estrata Band.
Lagu-lagu karya Estrata Band mengusung tema budaya dan cinta. Mereka menghidupkan budaya-budaya lokal melalui lagu.
Kehadiran Estrata Band telah memberi nuansa baru dalam dunia musik daerah dan menginspirasi anak muda di Kabupaten Flores Timur.
Lahirnya grup band ini tak terlepas dari perjuangan seorang anak muda Bloto bernama, Filemon Edison Ola. Usai menghabiskan studinya di pulau Jawa, ia memilih pulang kampung.
Baca juga: Askab PSSI Flores Timur Nilai Fary Francis Paling Layak
Saat itu, di desanya sudah memiliki beberapa alat musik milik Orang Muda Katolik (OMK). Melihat talenta yang dimiliki beberapa pemuda kampung di dunia musik, ia pun mulai belajar otodidak program rekaman.
Pada tahun 2019, ia berdiskusi tentang misinya membentuk grup band di kampungnya bersama, Wilibaldus Demon, yang saat itu menjadi gitaris di Fajar Band. Keduanya lalu saling suport mulai menciptakan lagu.
Setelah beberapa lagu tercipta, ia mulai menghimpun empat rekan lainnya yang memiliki kepiawaian dalam bermain musik.
Dengan peralatan apa adanya, mereka mulai mencoba rekaman. Hasil rekaman itu, ia sendiri melakukan editing.
Lagu-lagu yang sudah direkam itu lalu dicoba dibuang ke publik. Rupanya, lagu yang mengusung budaya itu diterima publik.
Baca juga: Tak Terima Jenazah Dikubur Secara Protokol Covid-19, Warga di Flores Timur Aniaya Petugas Pemakaman
"Saya merasa lagu-lagu kami diterima publik. Dari situ, kami mulai membuat klip editing dan konten YouTube khusus Estrata Band," ujarnya kepada wartawan, Kamis 5 Agustus 2021.
Ia mengatakan, Estrata Band sengaja mengusung tema kedaerahan karena ingin mengangkat budaya lokal yang diterima masyarakat Lamaholot.
"Dukungan dari pihak desa sangat bagus lewat pengadaan alat-alat musik. Kami adalah regenerasi dengan potensi otodidak. Saat ini, di Chanel YouTube Estrata Band, sudah ada sembilan lagu," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pentolan-estrata-band.jpg)