Wabup Langoday Geram, Buku Untuk Desa Tertumpuk di Perpustakaan Daerah, Jabatan Kadis Terancam
Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday tampak geram melihat tumpukan buku yang ada di perpustakaan daerah Kabupaten Lembata
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA-Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday tampak geram melihat tumpukan buku yang ada di perpustakaan daerah Kabupaten Lembata, saat melakukan inspeksi mendadak ( Sidak), Senin, 2 Agustus 2021.
Dia terheran-heran karena buku-buku yang diadakan dari APBD tahun 2018, 2019 dan 2020 itu ada yang belum didistribusikan ke desa-desa di Lembata.
Wabup Langoday memberi batas waktu sampai minggu depan kepada pegawai dinas tersebut untuk mendistribusikan semua buku ke desa-desa.
Jika tidak, dirinya akan mencopot Burhanudin Kia dari jabatan kepala dinas. Sebab, kalau masih ditemukan tumpukan buku sampai pekan depan, kepala dinas dinilai tidak layak mengelola dinas tersebut sebagai seorang 'manajer' dan harus dicopot.
Baca juga: Kasus HIV dan AIDS Terus Meningkat Begini Komentar Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday
"Senin depan saya datang tidak ada lagi tumpukan buku di sini. Kalau tidak korban jabatan kepala dinas," tegas Wabup Langoday di hadapan Sekretaris Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata Raymundus Beda Asan dan sejumlah staf.
"Kerja itu tidak perlu ditunggu. Kerja dulu baru lapor bukan datang kita lihat instruksi baru kerja. Kapan Lembata maju kalau begini," ujarnya geram.
Wabup Langoday yang kini menjabat sebagai Plt Bupati Lembata ini menyebutkan anggaran pengadaan buku setiap tahunnya bisa mencapai Rp 3 miliar dan justru masih ada buku yang tertumpuk di kantor dinas.
Menurut dia, sudah dilakukan penandatanganan berita acara penyerahan buku dengan para kepala desa. Namun, sampai saat ini masih banyak desa yang belum mendapat buku-buku tersebut.
"Ini masalah besar," tandasnya.
Baca juga: Wakil Bupati Lembata Bicara Kewirausahaan Kaum Muda : Jangan Takut Gagal
Dengan melihat kondisi ini, Wabup Langoday memerintahkan supaya berhenti melakukan pengadaan buku pada tahun 2022 mendatang.
"Ini pengadaan miliaran rupiah. Oke buat telaahan. Bilang kepala dinas siang ini ketemu saya," tegas Wabup Langoday.
Saat itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan Kabupaten Lembata Raymundus Beda Asan menerangkan sebelum mendistribusikan buku, pihaknya terlebih dahulu mengundang pemerintah desa untuk sosialisasi.
Setelah penandatanganan berita acara barulah pemerintah desa sendiri membawa pulang buku-buku tersebut untuk dimanfaatkan perpustakaan desa.
Salah satu alasan masih banyak tumpukan buku di perpustakaan daerah, kata Raymundus, karena masih ada desa yang belum mengambil buku-buku itu di kantor perpustakaan.
Sejumlah desa, kata dia, juga belum melakukan tanda tangan berita acara. (*)
Berita Kabupaten Lembata Lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/wabup-langoday-geram-buku-untuk-desa-tertumpuk-di-perpustakaan-daerah-jabatan-kadis-terancam.jpg)