Breaking News:

Berita TTS

Bangga Memakai Tenun Desa Sahan TTS

Perempuan berdarah Timor ini memakai kain tenun Buna khas Desa Sahan, Kecamatan Nunkolo, Kabupaten TTS yang merupakan tempat asal sang ayah.

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
Bangga Memakai Tenun Desa Sahan TTS
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Gadis Timor mengenakan Kain tenun Buna

Bangga Memakai Tenun Desa Sahan TTS

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kekayaan budaya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah tidak perlu diragukan. 

Masing - masing daerah memiliki ciri khas tersendiri baik dalam ritual budaya hingga motif kain tenun. Bahkan masing - masing desa punya ciri khas tersendiri.

Salah satunya adalah kain tenun Buna dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Kain Buna terkenal dengan warna - warna cerah dan motif berbentuk belah ketupat.

Salah satu anak muda NTT yang bangga menggunakan kain tenun adalah Sonia Stivani Sara Bantaika. 

Perempuan berdarah Timor ini memakai kain tenun Buna khas Desa Sahan, Kecamatan Nunkolo, Kabupaten TTS yang merupakan tempat asal sang ayah.

Baca juga: Jembatan Noebunu di TTS Ditutup

"Ada rasa bangga tersendiri ketika menggunakan kain tenun," kata Vani, begitu dia kerap disapa, Sabtu, 31 Juli 2021.

Selain itu, dia mengatakan, memakai kain tenun juga sekaligus untuk melestarikan budaya daerah karena tenun Buna sudah banyak dikenal sampai ke luar daerah.

"Saya sangat suka motif ini biarpun warna - warni tapi saya bangga dengan tenunan apalagi hasil tenunan mama kecil dan keluarga," ungkap penyiar TV lokal NTT ini.

Vani sendiri memakai kain tenun ini ketika acara adat pemakaman sang kakek di Desa Sahan. 

"Orang - orang dulu pakai tenunan ini saat upacara adat, resepsi perkawinan, tapi juga bisa dipakai sehari - hari," katanya.

Baca juga: Bupati TTS Pimpin Rapat Virtual Terkait Penetapan Status PPKM Level 3

Dia berharap, tenun NTT bisa dikenal lebih luas lagi.

"Khusus dri TTS sendiri semoga lebih dikenal banyak orang bila perlu sampe keluar negeri," ungkapnya.

"Pemerintah harus lebih memperhatikan lagi kelompok kecil mama - mama penenun biar lebih membantu ekonominya mereka di kampung dan kalau bisa dikembangkan lagi," pungkasnya.(*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved