Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 31 Juli 2021: Mengikuti Kristus dengan Sikap Lepas Bebas

Hari ini peringatan Santo Ignatius (Inigo Lopez de Loyola), pendiri Jesuit. Dia lahir di Loyola, Spanyol tahun 1491 dari keluarga berada.

Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD Ambros Ladjar 

Renungan Harian Katolik Sabtu 31 Juli 2021, Peringatan St. Ignatius dari Loyola, Imam: Mengikuti Kristus dengan Sikap Lepas Bebas

(Bac. Keluaran 24: 3 - 8; Lk 14: 25-33)

Oleh: RD. Ambros Ladjar

POS-KUPANG.COM - Hari ini peringatan Santo Ignatius (Inigo Lopez de Loyola), pendiri Jesuit. Dia lahir di Loyola, Spanyol tahun 1491 dari keluarga berada.

Saat dewasa ia bergabung di dunia militer menjadi seorang prajurit. Ia ikut berjuang mempertahankan benteng Plamplona hingga terluka.

Ketika lama harus istirahat, maka ia baca kisah hidup Yesus dan orang kudus. Pengalaman rohaninya itu dicatat dalam buku: Latihan Rohani yang masih aktual menolong orang banyak. Sebab itu setelah sembuh, ia tinggalkan dunia militer dan bercita-cita mentobatkan orang di tanah suci.

Rencana itu gagal, maka ia siapkan diri guna melayani Kristus lewat cara lain. Semua yang dibuatnya demi kemuliaan Tuhan, terungkap lewat motto Ad Maiorem Dei Gloriam.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 30 Juli 2021: “Nazareth”

Yesus mengajar kita para pengikut-Nya seperti St.Ignatius. Tak perlu menyesal melepaskan diri dari segala ikatan duniawi. Harus tetap semangat biarpun mengalami penolakan. Tetap optimis bergantung kepada Tuhan sebagaimana halnya Ignatius de Loyola.

Dalam derita luka kakinya ia rasa sangat terkurung. Haluan hidupnya pun berubah setelah mengenal riwayat hidup Yesus. Sebuah putusan yang radikal. Dari prajurit yang biasa bertempur, ia baktikan diri kepada Kristus.

Doa dan Latihan rohaninya sangat berarti hingga saat ini. Bersama St. Fransiskus Xaverius, Petrus Faber, Alfonso Salmeron, Diego Laynez, Cs mereka audiensi dengan Paus Paulus III guna mengesahkan berdirinya ordo Societas Jesu atau Jesuit.

Kita pun kadang harus mengambil jarak guna menilai diri sendiri. Menjadi pengikut Yesus orang harus mampu memikul salib. Jangan sampai meleset perhitungan lalu pelan-pelan mulai menghindar akhirnya hilang tanpa bekas.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 29 Juli 2021: Amici Dei: Sahabat Allah

Yesus ibaratkan seperti orang bikin fundasi rumah. Karena tak cermat hitung, maka bangunan tak selesai dan diejek. Sama dengan orang yang mau perang harus atur strategi. Sepuluh ribu musuh harus dilawan dengan duapuluh ribu orang bukan sebaliknya.

Sesungguhnya Yesus tuntut sikap lepas bebas kita tanpa pamrih-pamrih tertentu. Orang harus berani lepaskan diri dari segala kelekatan dan hidup baru seturut tuntutan Yesus. Pada akhirnya tugas apa pun dapat terlaksana.

Salam sehat di akhir pekan, buat semuanya. Tetap taat menjalankan Prokes. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga kita masing-masing dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita hidup. Amin.*

Renungan harian lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved