Enam Kandidat Calon Rektor Undana
Suksesi Rektor Universitas Nusa Cendana ( Undana) Kupang periode 2021-2025 mulai bergulir
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Suksesi Rektor Universitas Nusa Cendana ( Undana) Kupang periode 2021-2025 mulai bergulir. Sebanyak enam kandidat telah mendaftarkan diri kepada panitia untuk mengikuti tahapan seleksi.
Sampai hari terakhir pendaftaran, Selasa 27 Juli 2021, enam bakal calon Rektor Undana yang mendaftar, yaitu Prof Drs Mangadas Lumban Gaol, MSi, PhD, Dr drh Maxs UE. Sanam, MSc, Prof Dr Simon Sabon Ola, MHum. Berikutnya, Prof Ir Herianus Lalel, MSi, Ph D, Ir Franky MS Telupere, MP, PhD dan Dr Yendris Krisno Syamrud, SKM, MKes.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor Undana periode 2021-2025, Dr Siprianus Suban Garak, MSc mengatakan, panitia akan melakukan seleksi administrasi bakal calon selama 28 Juli-2 Agustus 2021.
"Kami belum bisa menentukan diterima atau tidak, karena itu akan diputuskan saat rapat senat nanti," ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Undana ini, Selasa kemarin.
Baca juga: Jadwal dan tahapan pelaksanaan pemilihan calon Rektor Undana tahun 2021-2025
Ada tiga kandidat yang mendaftar pada hari terakhir, yakni Prof Ir Herianus Lalel, MSi, PhD, Ir Franky MS Telupere, MP, PhD dan Dr Yendris Krisno Syamrud, SKM, Mkes.
Guru Besar Fakultas Pertanian (Faperta) Undana, Prof Ir Herianus Justhianus D Lalel, MSi, Ph.D mendaftar dengan memakai batik coklat dipadu celana bahan hitam, Kepala UPT Laboratorium Riset Terpadu Undana ini melangkah menuju ruangan panitia dan melakukan pendaftaran, Selasa (27/7).
Didampingi Dr Dodi Darmakusuma, Prof Heri membawa 16 dokumen, termasuk dokumen penilaian prestasi kerja selama 2 tahun terakhir.
Prof Heri mengatakan, dia memiliki tanggung jawab yang kuat untuk memajukan Undana. Keputusan untuk mencalonkan diri sebagai Rektor Undana merupakan panggilan yang tidak bisa dihindari.
Baca juga: Prof. Heri Lalel Resmi Mendaftar Calon Rektor Undana 2021-2025
"Sudah 32,5 tahun kita bekerja, melihat semua situasi. Sebenarnya kita ini raksasa yang masih tidur. Kalau kita mau bergerak sungguh kita bisa bangkit menjadi raksasa yang punya dampak besar," kata Prof Heri.
"Saya melihat itu, karena itu saya ingin melihat raksasa itu bangun. Dia ada, hanya belum berfungsi. Seluruh anggota tubuhnya belum bergerak secara utuh," tambahnya.
Prof Heri pernah berada di lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia dipercayakan dalam banyak hal. Dengan modal tersebut, Prof Heri merasa bahwa kemampuan yang dimiliki oleh orang-orang di luar sebenarnya sama saja dengan orang-orang NTT.
"Saya ada di Australia waktu sekolah terakhir dibiayai lagi untuk latih orang Vietnam, karena dosennya ada di sana dia arahkan orang Vietnam S3 ini mau tanya kerja seperti saya jadi saya dipanggil khusus untuk training orang Vietnam," beber Prof Heri.
"Kita punya kemampuan kalau kita mau sungguh-sungguh dan kita punya potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya sosial, budaya, kekayaan ini tidak tertandingi dan kita bisa menjadi sesuatu," ujarnya.
Prof Heri mengaku bahagia karena sudah bisa masuk memenuhi target yang pertama, yaitu panggilan tanggung jawab.
"Terlepas dari lolos atau tidak lolos, itu hal yang kedua tapi panggilan tanggung jawab yang besar adalah kita menawarkan diri untuk terlibat aktif dan sunguh-sungguh serius dalam membangun Undana. Saya memberi diri," ucap Prof Heri.
Mantan Sekretaris Rektor Bidang Hubungan Kerja Sama Luar Negeri/International Relation Officer ini mengungkapkan, visi misi sebagai Rektor nanti akan membenahi SDM.
"Yang pertama sudah tentu pembenahan SDM karena sumber daya kita yang terdiri dari dosen, pegawai, mahasiswa, termasuk juga alumni, link -link seputaran kita termasuk Pemda. Jadi ini semua sumber daya ini kita kelola secara baik. Yang kedua, SDA kita tidak tertandingi. Kita belum punya data base yang baik. Kalau kita tidak tahu apa yang kita miliki kita menjadi pasif. Tapi kalau seseorang itu tau bahwa dia punya kekayaan yang luar biasa, wah beta ini orang kaya, orang hebat," katanya.
Prof Heri tidak memungkiri yang terjadi selama ini adalah masyarakat NTT merasa miskin melarat dan dicap selalu ada di level bawah nasional, juga selalu menjadi concern untuk hal-hal yang negatif.
"Padahal kita punya kekayaan yang luar biasa, kita belum gali, kita belum bisa berdayakan. Petakan itu semua potensi-potensi secara menyeluruh baru mulai diberdayakan," tandasnya.
Menurut Prof Heri, mahasiswa adalah kebanggaan dan produk utama Undana, sama seperti seorang ayah dengan anak-anaknya.
"Dia (ayah) bangga kalau anak-anaknya hebat. Sebenarnya harusnya kita demikian, kalau mahasiswa keluar dan menjadi orang-orang hebat, itulah kebanggaan kita," ujarnya.
Prof Heri menegaskan, program Merdeka Belajar perlu digiatkan tetapi dengan pengarahan sehingga mahasiswa memilih dengan bimbingan bukan asal memilih. (cr4)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/calon-rektor-undana-mendaftarkan-diri.jpg)