Breaking News:

Dua Ratu Voley Korea Selatan Diskor Karena Kasus Bullying,Lee Da-yeong Dikitik Saat Pindah ke Yunani

Dua wanita cantik pemain voly Timnas Korea Selatan , Lee Jae-yeong, kiri, dan Lee Da-yeong diskors dari Timnas Voley Putri Taiwan setelah adanya lapor

Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
26 foto. Yonhap
Pemain bola voli Lee Jae-yeong, kiri, dan Lee Da-yeong dari Heungkuk Life Insurance Pink Spiders berpose setelah memenangkan pemungutan suara penggemar All-Star di Gyeyang Gymnasium, Incheon, pada 29 Januari ini. 

POS KUPANG.COM - Dua wanita cantik pemain voly Timnas Korea Selatan , Lee Jae-yeong dan Lee Da-yeong diskors dari Timnas Voley Putri Taiwan setelah adanya laporan mengenai kasus pembulian di masa sekolah mereka

Para koran melaporkan hingga pihak keamanan meneriman 20 laporan.

Pembulian di Korea Selatan merupakan kasus yang sangat serius. Seseorag bisa sampai bunuh diri karena menjadi korban pembuluan

Korea Times merilis, Lee Da-yeong , seorang pemain bola voli profesional yang diskors karena menindas rekan satu timnya selama hari-hari sekolah menengahnya, bersama dengan saudara kembarnya, Lee Jae-yeong, telah menghadapi kritik atas berita tentang rencananya untuk pindah ke liga Yunani

Kritik publik meningkat bahwa tidak bertanggung jawab baginya untuk "melarikan diri" dari skandal dan terus menikmati status atlet bintang, bahkan tanpa sepenuhnya meminta maaf kepada para korban.

Badan olahraga Turki CAAN baru-baru ini mengumumkan di situsnya bahwa Lee Da-yeong menandatangani kontrak dengan PAOK Thessaloniki Yunani, dan dia akan menjadi pemain Korea pertama yang bermain di liga Yunani.

Berita itu muncul sekitar empat bulan setelah pemain bola voli bintang kembar dari Heungkuk Life Insurance Pink Spider disulam dalam skandal.

Seorang pengguna internet anonim mengidentifikasi dirinya sebagai mantan rekan setim sekolah menengah dan menuduh mereka melakukan intimidasi.

Korban diduga mengungkapkan lebih dari 20 tuduhan bullying, dari mengancam dengan pisau hingga mencuri uang, dan mengklaim ada lebih banyak korban.

Keduanya mengakui kesalahan mereka, memposting pesan tulisan tangan dengan permintaan maaf publik di akun Instagram mereka.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved