PSU Pilkada Sabu Raijua, Nenek Kudji Rihi dan Protokol Kesehatan
Ada petugas yang mengukur suhu tubuh dengan thermogun. Membagi kaus tangan dan mengarahkan pelaksanaan pencoblosan
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso

PSU Pilkada Sabu Raijua, Nenek Kudji Rihi dan Protokol Kesehatan
Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Yuliana Kudji Rihi (69), warga desa Raimude, Kecamatan Sabu Seba mengaku "plong" setelah menggunakan hak suaranya, Rabu, 7 Juli 2021 pagi.
Wanita sepuh itu diantar anak-anaknya untuk mencoblos di TPS 05 Desa Raimude. TPS itu berada di Gereja Mate Rae, Desa Raimude.
Meski berusia senja dan matanya tak awas lagi, Nenek Kudji - demikian Yuliana Kudji Rihi disapa, ingin menuntaskan pilihan politiknya dengan ikut memberi suara pada perhelatan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Sabu Raijua.
"Kemarin diantar anak. Sebelum tusuk (melakukan pencoblosan), lebih dulu ukur suhu dan dapat kaus tangan karet dari petugas," ujarnya melalui sambungan telepon kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 8 Juli 2021 siang.
Meski merasa agak risih dengan perlengkapan yang diberikan petugas KPPS, toh ia mengaku senang, mengingat perlengkapan itu penting untuk menghindari kontak langsung dengan pemilih lain, warga desa itu.
Baca juga: Paslon Rihi Heke-Uly Kale Siap Lanjutkan Program Jilid I di Kabupaten Sabu Raijua
"Saya tusuk pak bupati (Niko Rihi Heke, bupati petahana). Ini dari hati," ujar dia.
"Kami sudah lihat. Semoga lebih baik lagi," tambah Nenek Kudji soal alasan dirinya mencoblos pasangan nomor urut 01 itu.
Warga lain, Elisabeth Haba (35), pun demikian. Ia mengaku, pelaksanaan pencoblosan pada PSU kali ini terasa berbeda. Lebih ketat dari biasanya.
Ia menyebut, sebelum mencoblos di TPS 01 Desa Eilode, Kecamatan Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua, ia telah terlebih dahulu mempersiapkan diri, utamanya mengenakan masker dan membawa kelengkapan administrasi sebagai syarat pencoblosan.
Demikian pula saat tiba di TPS. Ada petugas yang mengukur suhu tubuh dengan thermogun. Membagi kaus tangan dan mengarahkan pelaksanaan pencoblosan.
Baca juga: KPU Kabupaten Sabu Raijua Siap Gelar Pemungutan Suara Ulang
Soal pilihan, Haba enggan menyebutkan. "Itu rahasia. Intinya memilih untuk masa depan Sabu yang lebih baik," ujar dia kepada POS-KUPANG.COM.
Penjabat Bupati Sabu Raijua, Doris Alexander Rihi yang dihubungi dari Kupang mengapresiasi seluruh warga dan penyelenggara PSU.
KPU dan jajaran, juga Bawaslu dan jajaran. Tidak lupa partai pengusung dan pendukung serta para saksi.