Breaking News:

Tak Menghiraukan Panggilan untuk Menghadap, Stef Matutina Laporkan Yosef Laka Ritan  ke Polda NTT

Tak Menghiraukan Panggilan untuk Menghadap, Stef Matutina Laporkan Yosef Laka Ritan  ke Polda NTT Pengacara Senior Stafanus Matutina, S.H, melaporkan

Penulis: Paul Burin | Editor: Ferry Ndoen
Tak Menghiraukan Panggilan untuk Menghadap, Stef Matutina Laporkan Yosef Laka Ritan  ke Polda NTT
istimewa
Pengacara senior Stef Matutina

Tak Menghiraukan Panggilan untuk Menghadap, Stef Matutina Laporkan Yosef Laka Ritan  ke Polda NTT

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Pengacara Senior Stafanus Matutina, S.H, melaporkan Yosef  F Laka Ritan ke Mapolda NTT, Senin, 5 Juli 2021. Laporan itu dilakukan menyusul  terlapor belum atau tidak memenuhi panggilan untuk menghadap atas sangkaan penipuan dan  peggelapan dana sebesar Rp 250 juta milik pengusaha Rudy Lay. Beberapa hari lalu, Stef selaku kuasa hukum Rudy Lay telah melayangkan panggilan melalui Harian Pagi Pos Kupang.

Dalam surat undangan itu, Stef  demikian Stefanus, meminta Yosef untuk segera menghadap di Kantor Pengacara Stef Matutina, S.H & Partner di Kompleks Perumahan Lopo Indah Permai, Blok V Nomor 22. Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, terhitung hari Selasa, 29 Juni 2021 sampai dengan hari Jumat, tanggal 2 Juli 2021. Isi undangan itu, yakni untuk menyelesaikan  suatu urusan yang sangat penting antara kliennya Rudy Lay dengan terlapor.

“Namun, setelah panggilan melalui media itu kami lakukan, ia tak memiliki niat baik untuk bertemu. Karena itu langkah-langkah hukum kami lakukan baik secara pidana maupun secara perdata,” kata Stef di Kupang, Rabu, 7 Juli 2021.

Stef mengatakan, laporan ke Polda itu bernomor STTL/B/213/VII/RRS.1.11/2021/SPKT tanggal 5 Juli 2021. Stef berharap Yosef dapat menemuinya untuk membicarakan atau menyelesaikan kasus ini secara baik. Jika tidak maka langkah-langkah hukum akan tetap diambil karena menjadi cara terbaik.

Menurut Stef, kasus ini berawal dari permintaan Yosef  kepada kliennya Rudy Lay untuk membeli kayu cendana di NTT. Karena keduanya sudah saling mengenal, maka Rudy menyetujui saja dengan mentransfer uang beberapa kali ke rekening BCA milik terlapor. 

Pengiriman atau transfer pertama pada tanggal 6 Juni 2021 sebesar Rp 25 juta, tanggal 7 Juni Rp 25 juta, tanggal 11 Juni Rp 30 juta, tanggal 12 Juni Rp 120 juta dan tanggal 15 Juni Rp 50 juta. Total uang yang ditransfer kata Stef, sebesar Rp 250 juta.

Menurut Stef, setelah menerima uang ini, terlapor masih melakukan kontak dengan istri Rudy Lay. Kontak terakhir, pada tanggal 17 Juni 2021. Ketika itu, terlapor mengatakan bahwa uang milik kliennya Rudy Lay aman saja. 

Setelah kontak itu, terlapor sulit dihubungi. Dua nomor handphone (HP)-nya  tak aktif lagi hingga kini. Terlapor kata Stef, beralamat di Blok V Nomor 52, Perumahan BTN Kolhua, Kupang. 

Karena itu, pihaknya melakukan panggilan (undangan) melalui media agar yang bersangkutan dapat menghadap untuk membicarakan serta menyelesaikannya secara kekeluargaan.  Sampai saat ini  terlapor belum juga membeli kayu cendana sesuai dengan kesepakatan.

Karena dianggap  lalai atau tidak menepati janji dan tak ada  niat baik, pihaknya mengambil langkah-langkah hukum. Stef mengatakan,  aparat Polda NTT sudah memeriksa para saksi termasuk ia sebagai pelapor. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Burin)

Pengacara senior Stef Matutina
Pengacara senior Stef Matutina (istimewa)
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved