LPMM Berganti Nama menjadi Yayasan Cita Madani
melakukan kegiatan-kegiatan dalam bidang pengembangan teknologi tepat guna yang mendukung kegiatan produktif masyarakat pada sektor pertanian
Penulis: Paul Burin | Editor: Ferry Ndoen
LPMM Berganti Nama menjadi Yayasan Cita Madani
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Lembaga Pengembangan Masyarakat Madani yang disingkat LPMM Kupang, kini telah mengubah nama menjadi Yayasan Cita Masyarakat Madani, yang disingkat Yayasan Cita Madani. LPMM telah mengubah nama dan bentuk organisasi dari LPMM sebagai sebuah perkumpulan menjadi Cita Masyarakat Madani sebagai sebuah Yayasan.
Demikian disampaikan Project Coordinator Yayasan Cita Madani, Formerly LPMM Kupang, Silvester Seno dalam siaran pers yang diterima POS-KUPANG.COM, Jumat, 2 Juli 2021.
“LPMM Kupang didirikan pada 11 Mei 2006, adalah organisasi berbasis masyarakat yang lahir atas kemauan dan kesadaran sekelompok masyarakat yang terorganisir dalam wadah Badan Musyawarah Masyarakat (BMM). Sebagai sebuah lembaga pengembangan, LPMM berfokus pada pengembangan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan masyarakat madani yang peduli anak. Telah 15 tahun berkarya melayani dan mendampingi anak dan orang muda, keluarga serta masyarakat di wilayah kerjanya saat ini di Kabupaten Kupang, Kota Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS),” jelasnya.
Silvester Seno mengungkapkan, bahwa untuk semakin memperkuat karya LPMM agar semakin luas menjangkau lebih banyak wilayah dan kelompok target, terutama anak-anak dan orang muda melalui pemberdayaan masyarakat sebagai kunci yang menggerakkan sebuah perubahan dalam sebuah komunitas, maka pada akhir tahun 2020, Dewan Pendiri, Dewan Pengawas, Dewan Pengurus dan Pelaksana Proyek LPMM Kupang sepakat untuk mengganti nama dan bentuk organisasi dari LPMM Kupang menjadi Cita Masyarakat Madani yang disahkan oleh Kantor Notaris: No. 40 Tanggal 25 Januari 2021.
Perubahan ini, kata Silvester Seno, dilatarbelakangi sejumlah alasan mendasar, yaitu tuntutan kemitraan baik global, nasional maupun daerah yang bisa menjadi peluang dan juga tantangan sehingga dibutuhkan organisasi yang kuat yang mampu berkarya dalam kemitraan strategis.
“Di sisi lain, pengakuan negara terkait legalitas lembaga/organisasi yang akan bermitra dengan pemerintah dan lembaga-lembaga non pemerintah termasuk lembaga donor.
Perubahan nama dan bentuk lembaga juga diharapkan semakin mendukung eksistensi dan komitmen lembaga untuk melakukan pelayanan/pendampingan, dan dalam kerja sama para pihak guna pemenuhan hak-hak dan pelindungan anak," katanya.
Dengan perubahan nama dan bentuk tersebut, Sil, demikian Silvester, mengharapkan dapat mendorong semakin meningkatnya komitmen lembaga untuk berkarya bagi kepentingan terbaik anak.
Project Coordinator yang baru berubah nama dan bentuk itu (Yayasan Cita Madani, red) lebih lanjut menjelaskan bahwa kendatipun nama dan bentuk organisasi berubah, namun tidak mengubah roh/jiwa dan spirit/semangat organisasi, yang dituangkan dalam visi dari Yayasan Cita Madani yaitu “Terciptanya masyarakat yang berdaya dalam mewujudkan dunia yang lebih baik bagi anak-anak.”
Misinya, yaitu pertama, mendukung peningkatan akses dan kualitas layanan PAUD, pendidikan dasar dan pendidikan menengah melalui Pengembangan Sekolah Ramah Anak dan Inklusif.
Kedua, memfasilitasi penguatan kapasitas anak, orang muda, masyarakat dan pemerintah lokal dalam mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Ketiga, memfasilitasi pengorganisasian dan pengembangan masyarakat yang mandiri dan responsive dalam mendukung pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan.
Empat, memfasilitasi penguatan organisasi berbasis masyarakat dalam mendukung Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat.
Lima, membangun kolaborasi melalui kemitraan strategis dengan berbagai pihak dalam mendukung lingkungan yang melindungi anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ycm-foto-bersama-dewan-pengurus-da.jpg)