Breaking News:

Fakultas Kedokteran Hewan Undana Lakukan Pengabdian Masyarakat di Desa Suelain, Rote Ndao

engabdian ini merupakan Hibah Dipa Program Kemitraan Masyarakat (PKM) FKH Undana Tahun 2021 yang berlokasi di Dusun Nautasik

Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko
Istimewa
PPKM FKH Undana di Kabupaten Rote Ndao 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Fakultas Kedokteran Hewan Undana Lakukan Pengabdian Masyarakat di Desa Suelain, Rote Ndao. Pengabdian ini merupakan Hibah Dipa Program Kemitraan Masyarakat (PKM) FKH Undana Tahun 2021 yang berlokasi di Dusun Nautasik, Desa Suelain, Kec. Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT

Sesuai rilis yang diterima Pos Kupang, Rabu 30 Juni 2021, PKM ini merupakan wadah diseminasi beberapa hasil penelitian sesuai bidang kepakaran tim pengusul yang merupakan kolaborasi bidang keilmuan kedokteran hewan dan peternakan.

Tim terdiri dari Prof. Ir. Frans Umbu Datta, MAppSc, Dr. drh. Annytha IR. Detha, M.Si, drh. Cynthia Dewi Gaina, MTropVSc, drh. Filphin Adolfin Amalo, M.Si, drh. Inggrid T.Maha, M.Si, drh. Yeremia Y. Sitompul, M.Sc dan drh. Yohanes Simarmata, M.Sc.

Ikut juga mahasiswa koasistensi prodi Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH), Alfredo Joanes D. Niron bersama para alumni FKH Undana yang telah kembali mengabdi di Kabupaten Rote Ndao.

Kolaborasi kegiatan PKM ini tidak hanya menjadi milik dosen dan pemda tapi juga menjadi laboratorium lapangan bagi mahasiswa dan para alumni yang telah dibekali prinsip ‘Belajar Sepanjang Hayat’.

Kegiatan ini pada dasarnya berlandaskan Renstra dan Renstra Bisnis Undana 2020-2024 pada halaman 35-36. Dalam Renstra ini tertera poin kerja sama PKM untuk mengembangkan peternakan sapi di beberapa kabupaten di NTT, termasuk Rote Ndao dengan adanya pengembangan legal drafting Kerjasama antara pihak Undana dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Dekan FKH Undana dan Bupati. Rote Ndao pada Jumat, 25 Juni 2021 di Aula Kantor Bupati Rote Ndao.

Pelaksaan PKM diawali dengan pembukaan oleh Kadis Peternakan dan penjelasan Kabid Kesrawan selanjutnya diikuti dengan pemaparan oleh Prof. Frans Umbu Datta selaku pakar bidang nutrisi ternak.

Kegiatan ini secara umum bertujuan sebagai pengenalan, penyebarluasan, alih teknologi pakan dalam upaya optimalisasi pemenuhan kebutuhan pakan ternak yang tidak hanya berguna bagi peternak Dusun Nautasik, tapi dapat menjadi sekolah lapangan bagi mahasiswa khususnya, mahasiswa koasistensi Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH).

Adapun Kegiatan yang dilakukan adalah melalui pelatihan pemanfaatan jerami kering hasil panen padi untuk dimanfaatkan oleh masyarakat melalui simulasi pembuatan silase dan amoniase singkat yang dapat dimanfaatkan oleh peternak dalam waktu 3-4 jam setelah proses pembuatan.

Kegiatan ini adalah untuk menjawab kebutuhan peternak setempat yang memiliki areal persawahan mencapai 50 Ha namum limbah yang dihasilkan pasca panen tidak dimanfaatkan secara maksimal karena hanya dibiarkan di areal persawahan dan dibakar. Hal ini terlihat dari profil ternak sapi dengan tampilan BCS berkisar 1,5-2 khususnya pada musim kemarau.

Hal ini tentunya akan sangat berdampak pada waktu pemeliharaan dan ekonomi masyarakat jika tidak diberikan pemahaman awal pentingnya mengolah limbah pertanian berkualitas melalui metode silase dan amonisase.

Kegiatan ini juga ada penjelasan tentang wabah demam babi afrika ASF yang juga menyerang ternak babi milik warga setempat oleh drh. Yohanes Simarmata yang selain sebagai dosen juga sebagai praktisi dan pengusaha ternak babi. Transfer ilmu ini dapat terus berlanjut dengan adanya pendampingan berkala dari FKH Undana, Pemerintah Daerah dan respon balik berupa semangat dan motivasi dari masyarakat penerima manfaat PKM.  **

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved