Kamis, 11 Juni 2026

Agama Islam di Timor Leste Makin Terkikis , Sejarah Kelam di Bumi Lorosae Ini Jadi Penyebabnya

Negara ini berada di bagian timur, Pulau Timor. Sementara bagian barat pulau ini merupakan wilayah Nusan Tenggara Timur=

Tayang:
Editor: Alfred Dama
via intisari.grid.id
Masjid Anur di Dili , Timor Leste merupakan satu-satunya masjid di negara ini 

Penduduk Arab datang ke Timor Leste, mereka adalah pendatang Arab Hadramaut yang tiba di Timor Leste sebelum Portugis.

Mereka baru menetap pada abad ke-17, dan setidaknya ada 26 keluarga Arab Hadramaut yang menetap di Dili sejak 1678 sampai 1975.

Mereka segera dicurigai oleh pemerintah kolonial Portugis, beberapa bahkan dipenjara tanpa sebab.

Arab Hadramaut kemudian tinggal di Kampung Alor, Dili bagian barat sejak abad ke-19.

Daerah itu menjadi pendaratan Marinir Indonesia dalam serangan ke Dili.

Baca juga: Dulu Bantu Timor Leste Merdeka,Australia Ketar-ketir,Bumi Lorosae Bakal ada Pengkalan Militer China

Portugis benar-benar mengubah wajah Islam di Timor Leste, dan kekuatan kolonialis mematikan budaya dan pengikut Islam.

Kemudian Portugis gencar melakukan Kristenisasi di daerah-daerah yang belum terjamah oleh Islam.

Kini jumlah Muslim yang tinggal di Timor Leste hanya ada 5000 jiwa, atau 3% dari total penduduk Timor Leste.

Rupanya hal ini karena banyak penduduk Muslim yang tinggal di Dili berasal dari Pulau Jawa yang ikut program transmigrasi pemerintah.

Kemudian ketika terjadi referendum, warga balik ke tempat asal.

Perjuangan Perempuan Timor Leste Tak Diakui Negara, Susah Payah Curi Obat di Palang Merah 

Muslim Timor Leste makin terkikis karena seperti dikutip dari Etan.org, saat puncak kekacauan Timor Leste dan para milisi mengamuk, kaum Muslim berlindung di sebuah masjid di Dili.

Mereka terus hidup di sana sampai saat ini, takut dengan orang-orang yang mencurigai mereka sebagai pendukung Indonesia.

Tahun 2001 lalu, terjadi serangan ke masjid di Dili tersebut yang dikutip oleh reliefweb.int, menyebabkan pejabat senior dari Administrasi Transisi PBB di Timor Leste (UNTAET) mengutuk serangan tersbeut.

"UNTAET berkomitmen membangun masyarakat damai menjunjung demokrasi di Timor Leste," ujar pelaksana tugas ketua Administrasi Transisi Jean-Christian Cady dalam pernyataannya dikutip reliefweb.int.

"Jantung demokrasi tersusun toleransi dan perlindungan hak minoritas. Minoritas Muslim di Timor Leste akan menikmati hak dan keuntungan yang sama dengan kaum beragama, sosial atau etnis lain, termasuk perlindungan dari otoritas.:

Amarah Indonesia Saat Warga Australia Kibarkan Bintang Kejora di Papua Sejarah Timor Leste Terulang?

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved