Sejumlah SMK Negeri di Kupang Kembangkan Tenun Ikat
Sejumlah SMK Negeri di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengembangkan tenun ikat dalam kurikulum pendidikan sekolah.
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Sejumlah SMK Negeri di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengembangkan tenun ikat dalam kurikulum pendidikan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Linus Lusi menjelaskan, dalam Safari Pendidikan akhir pekan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, sekolah menyetujui pengembangan tenun ikat di sekolah.
Rombongan yang dipimpin langsung oleh Kadis Linus Lusi mendatangi SMAN 1 Nekamese, SMAN 1 Amarasi Barat dan SMK Hasael Kabupaten Kupang, Sabtu, 20 Juni 2021.
Di hadapan para orang tua SMAN 1 Nekamese, Kadis meminta orang tua mendukung upaya sekolah memajukan pendidikan dan mengembangkan tenun ikat Amarasi di sekolah lewat para siswa.
Dalam arahan ditegaskan, tenun ikat Amarasi memiliki motif yang tersendiri sesuai budaya setempat dan dikenakan sesuai strata yang dimiliki masyarakat.
Karena itu wajib dikembangkan dan gurunya langsung dari orang tua. Secara teknis kepala sekolah bersama dewan guru dan komite mendesain lebih lanjut.
Hal yang sama juga disetujui oleh tim guru SMAN 1 Amarasi Barat untuk mengembangkan tenun ikat di sekolahnya.
Kepala Sekolah SMAN Amarasi Barat, Ovidus Kana Lomi memberlakukan di tahun ajaran baru.
Menurutnya, langkah ini menuju kemandirian siswa siswi ketika menamatkan studi dan bisa jadi motor penggerak bagi para milenial. Diakuinya penenun kain Amarasi umumnya digeluti kaum ibu yang telah lanjut usia .
Dengan pola ini, bisa siswi Amarasi tidak asing dengan tenun Amarasi dan dapat dikembangkan menjadi sentra produksi
Dengan pola ini bisa siswi Amarasi tidak asing dengan tenun Amarasi dan dapat dikembangkan menjadi sentra produksi. (hh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kadis-linus-lusi-dalam-safari-pendidikan-akhir-pekan-oleh-d.jpg)