Menghitung Gebrakan Ahok Selama 19 Bulan Jadi Komisaris Utama Pertamina

Apa saja gebrakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selama 19 bulan menjabat Komut atau Komisaris Utama Pertamina?

Editor: Agustinus Sape
Dok. Humas Pertamina)
Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama, sudah melakukan sejumlah gebrakan selama menjadi Komisaris Utama (Komut) Pertamina. Tampak Ahok foto bersama dengan jajaran Pertamina di kilang minyak Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat. 

Setelah menjabat sebagai pengawas Pertamina, Ahok mendorong transparansi bisnis di perusahaan tersebut.

Salah satunya dengan memberikan akses Informasi operasional melalui website resmi perseroan.

Baca juga: Ada yang Aneh dengan Anak Veronica Tan, Sikapnya Begini Saat Makan Bareng Ahok BTP, Masih Kecewa?

Hal itu disampaikannya lewat akun resmi twitternya @basuki_btp pada Rabu, 12 Februari 2020 lalu.

Ia berharap bahwa masukan dan saran bisa diberikan oleh masyarakat demi pelayanan Pertamina ke publik.

"Mulai hari ini, akses informasi operasional PT Pertamina (Persero) terkait pengadaan Crude, LPG dan BBM termasuk status kapal charter sudah dapat diakses melalui website resmi perseroan di Pertamina," tulisnya.

"Dengan keterbukaan informasi ini kami berharap mendapatkan masukan dan saran terbaik dari publik.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengadaan tersebut, dapat menghubungi Contact @pertamina 1500 000," imbuh Ahok.

3. Kritik utang dan gaji petinggi Pertamina

Ahok secara blak-blakan sempat berbicara soal buruknya tata kelola di Pertamina, mulai dari gaji besar pejabat nonjob Pertamina, utang perusahaan yang membengkak, hingga masalah penunjukan direksi dan komisaris.

Ia mengaku sering geleng-geleng kepala dengan berbagai kebijakan direksi Pertamina.

Baca juga: Veronica Tan Singgung Perlakuan Tidak Adil, Mantan Istri Ahok Sebut Ada yang Dipandang Sebelah Mata

Keputusan bisnis Pertamina sering kali tak masuk akal dalam kalkulasi bisnis, yang membuat perseroan harus menanggung utang yang jumlahnya cukup besar.

Dia mencontohkan kebijakan manajemen Pertamina yang rajin mengakuisisi sumur minyak di luar negeri. Pembelian ladang minyak dilakukan dengan utang.

"Sudah ngutang 16 miliar dollar AS, tiap kali otaknya pinjam duit terus, saya sudah kesal ini. Pinjam duit terus, mau akuisisi terus," kata Ahok, dikutip dari tayangan yang diunggah akun YouTube POIN pada Rabu 16 September 2020.

Menurutnya, selain secara hitungan bisnis kurang menguntungkan, Pertamina dinilai sebaiknya fokus mengeksplorasi ladang minyak di dalam negeri.

"Saya bilang tidak berpikir untuk eksplorasi, kita masih punya 12 cekungan yang berpotensi punya minyak, punya gas. Ngapain di luar negeri? Ini jangan-jangan ada komisi ini, beli-beli minyak ini," ucap Ahok.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved