Breaking News:

FPRB NTT Gelar Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana Inklusif Bagi Jurnalis di NTT

FPRB NTT Gelar Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana Inklusif Bagi Jurnalis di NTT

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
Pembukaan Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana Inklusif Bagi Jurnalis di NTT 

FPRB NTT Gelar Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana Inklusif Bagi Jurnalis di NTT

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Forum Pengurangan Risiko Bencana ( FPRB) Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) menggelar kegiatan Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana Inklusif Bagi Jurnalis di NTT, Kamis, 17 Juni 2021.

Kegiatan tersebut terselengara berkat dukungan Forum Siap Siaga dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTT, Isyak Nuka saat membuka kegiatan mengataka tanpa kehadiran media tentu pemerintah sudah pasti pincang sementara dalam urusan penanggulangan tidak boleh pincang dan harus utuh.

Baca juga: Alfamart Hari Ini 17 Juni 2021 Serba Gratis : Teh Javana Mie Sedap Simba Happy Tos Hingga Masker

Baca juga: Kemenpan & RB Segera Buka Pendaftaran Seleksi CPNS dan PPPK 2021, Simak Ini Agar Tahu Jadwal Terbaru

"Pengalaman saya merasakan pada saat kami terlambat mengantisipasi, kan teman - teman sudah kasih kabar di media bahwa ada peringatan dini. Kan yang mewartakan pertama teman - teman. Macam - macam baik yang ditulis cetak maupun elektronik semuanya diberitakan pada fase pra bencana," kata Isyak.

"Jadi urus kebencanaan ini ada tiga fase. Fase pra bencana, bencana dan pasca bencana. Pada ketiga fase ini peran media sangat penting dan sangat dibutuhkan. Dari media lah setidak - tidaknya kami mengurus rencanan untuk mengetahui apa yang harus kita segera lakukan, apa yang harus kita persiapkan," lanjutnya.

Dia juga mengakatan sangat menyadari betapa pentingnya fungsi media dalam konteks kebencanaan.

Baca juga: Kemenpan & RB Segera Buka Pendaftaran Seleksi CPNS dan PPPK 2021, Simak Ini Agar Tahu Jadwal Terbaru

Baca juga: Sidang Duplik, Habib Rizieq Singgung Disparitas Hukum dalam Rapat Komisi III DPR dengan Jaksa Agung

" Maka hari ini dan juga hari esok kami mengajak rekan - rekan media, jurnalis untuk mari kita samakan persepsi kita supaya bagaimana kita nanti merencanakan kebencanaan mulai dari fase pra bencana, bencana dan pasca bencana," ujarnya.

"Pandangan saya, lebih banyak peran jurnalis saat bencana. Pada saat bencana semua media, saya jujur saja juga merasa jadi sangat sibuk karena didatangi oleh teman - teman tetapi kami berterimakasih selain teman - teman itu mengambil data dari kami maupun teman - teman dari Forum Siap Siaga, tapi kami juga mendapat informasi - informasi dari teman - teman yang sudah mengambil data - data di lapangan bahkan ada teman - teman yang langsung mengambil data - data fakta yang terjadi dan dilakukan secara heroik karena kalian berada langsung di tempat bencana," jelas Isyak.

"Tidak sedikit yang teman - teman itu memberikan berita langsung dari lokasi bencana dan itu sangat heroik menurut saya dan itu bisa saja menjadi korban bencana," tandasnya.

Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (17-18 Juni) di Hotel Neo Aston Kupang dan hari pertama diadakan 4 sesi. Materi pertama dibawakan oleh Ida Adu tentang Manajemen Penanggulangan Bencana dan PRB Inklusif Bagi Media dan materi kedua tentang Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kelompok Rentan bencana dibawakan oleh Peter Ahab dari BPBD NTT. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved