Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Rabu 9 Juni 2021: KEPATUHAN HATI

Dalam kotbah-Nya di bukit, Yesus membeberkan watak, tabiat dari murid-Nya yang sejati. Itu dilukiskan secara indah dalam kedelapan Ucapan Bahagia.

Foto Pribadi
RD. Fransiskus Aliandu 

Renungan Harian Katolik, Rabu 9 Juni 2021: KEPATUHAN HATI (Matius 5:17-19)

Oleh: RD. Fransiskus Aliandu

POS-KUPANG.COM - Dalam kotbah-Nya di bukit, Yesus membeberkan watak, tabiat dari murid-Nya yang sejati. Itu dilukiskan secara indah dalam kedelapan Ucapan Bahagia.

Ia pun menegaskan peran murid-Nya sebagai garam dan terang dengan memperlihatkan watak yang baik itu dalam dunia, agar menghasilkan dan menjadi nampak perbuatan baik. Soalnya, perbuatan baik-lah yang dilihat orang dan menggugah orang untuk memuliakan Bapa di sorga.

Kini Yesus memaparkan pendefInisian watak dan perbuatan baik itu lebih lanjut dalam rangka kebenaran. Ia berkata, "Siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkan demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi dalam Kerajaan Sorga" (Mrk 5:19).

Yang dimaksud Yesus dengan "perbuatan baik" ialah perbuatan yang menunjukkan ketaatan, kepatuhan dalam melaksanakan hukum Taurat secara lengkap. Tak ada satu pun yang diabaikan, bahkan ditiadakan.

"Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi" (Mat 5:18).

Dia sendiri pun tidak datang untuk meniadakan hukum Taurat. Sesaat pun tidak boleh dibayangkan bahwa Ia datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. "Aku datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya" (Mat 5:17).

Namun kepatuhan yang Yesus maksudkan tidaklah berhenti pada taraf kepatuhan hukum, melainkan kepatuhan yang melampaui kepatuhan pada doktrin hukum. Tidak cukup hanya kepatuhan lahiriah dan formal, kepatuhan harfiah; tapi kepatuhan yang lebih besar, lebih mendalam lagi. Kepatuhan lahiriah kepada hukum tidaklah cukup untuk menjadi manusia benar, tidak cukup untuk menjadi murid yang sejati, tidak cukup menghadirkan perbuatan baik yang menggugah orang untuk memuliakan Bapa di sorga.

Tuntutan Allah jauh lebih radikal. Yang berkenan di hati Allah ialah suatu kepatuhan batiniah dari akal budi dan motivasi manusia. Itulah yang disenangi oleh Allah. Allah menilik hati manusia (bdk. 1 Sam 16:7; Luk 16:15).

Halaman
12
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved