Kemenpora dan PSSI Dinilai Lambat Terapkan Inpres Percepatan Pembangunan Sepak Bola Bola
Kemenpora dan PSSI Dinilai Lambat Terapkan Inpres Percepatan Pembangunan Sepak Bola Bola
POS KUPANG.COM---- - Komunitas Kanal Bola mengecam lambatnya Kemenpora dan PSSI menerapkan Inpres Percepatan Pembangunan Sepak Bola.
Hasilnya terlihat jelas antara lain dari buruknya penampilan tim nasional Indonesia di babak kualifikasi Asia Piala Dunia 2022 di Stadion Al Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab.
Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia menggelar acara Sosialisasi Inpres No 3 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional di Surabaya, pekan lalu.
Langkah itu dinilai sangat terlambat dan menimbulkan pertanyaan publik tentang apa yang dilakukan PSSI dan Kemenpora selama ini.
“Kami menyayangkan lambatnya langkah Kemenpora dan PSSI. Sebenarnya sudah sangat terlambat ya, mengingat Presiden Jokowi mengeluarkan Instruksi Presiden ini pada Januari 2019. Sudah lebih dari 2,5 tahun lalu,” kata Ignatius Indro, salah seorang pendiri Kanal Bola.
Kanal Bola merupakan sebuah wadah pencinta sepak bola Indonesia yang menaungi kelompok maupun individu-individu dengan visi menciptakan sepak bola Indonesia bersih, maju, profesional serta tim nasional Indonesia yang mampu berbicara banyak di kancah international.
Indro yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) menyatakan, meski sudah sangat terlambat, tapi langkah ini tetap harus didukung.
Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia Ignatius Indro bersama Presiden Jokowi. (istimewa)
“Publik nyaris lupa bahwa Presiden Jokowi, sosok pemimpin yang sangat mencintai sepak bola negeri ini, pernah mengeluarkan ‘Inpres Sakti’ itu. Jadi ya, daripada tidak diimplementasikan sama sekali, kita harus dukung. Semua untuk mengejar ketertinggalan persepakbolaan Indonesia dari negara-negara lain di Asia. Bahkan di kawasan regional Asia Tenggara pun kita sangat jauh di belakang,” ungkapnya.
Indro menyoroti kekalahan telak Timnas Indonesia 0-4 dari Vietnam pada lanjutan laga babak kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Al Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab, Senin, 7 Juni 2021.
“Memang ini adalah timnas dengan mayoritas pemain muda, yang disiapkan Shin Tae-yong untuk Sea Games akhir tahun nanti. Meski begitu, tak seharusnya kita kalah dengan skor semencolok itu. Di mana muka negara sebesar ini bisa kalah setelak itu dari Vietnam?” lanjutnya.
Dengan kekalahan telak ini, mimpi Indonesia memperbaiki peringkat FIFA dari ranking 173 pun kian sulit terwujud. Peringkat Timnas Indonesia jauh di bawah Vietnam (92), Thailand (106), Filipina (125), Myanmar (139), Malaysia (153), dan Singapura (159).
Timnas Indonesia pernah menghuni posisi 100 besar Peringkat FIFA besar yakni urutan ke-86 pada 1998.
Sampai saat ini, peringkat ke-86 menjadi pencapaian paling tertinggi yang pernah diraih Timnas Indonesia di ranking FIFA.
Saat itu, Timnas Indonesia merupakan tim yang disegani di kawasan Asia Tenggara.
Selanjutnya, peringkat timnas terus melorot hingga di bawah level 100 dunia.
Baca juga: Info Sport Euro 2020 : Prediksi Turki vs Italia, Pelatih Senol Gunes Pakai Formasi 4-4-2 vs Mancini
Baca juga: Info Sport Euro 2020 : Timnas Prancis Favorit Juara Euro 2020, Pelatih Deschamps Malah Tertekan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ignatius-indro-saat-bersama-wakil-presiden-maruf-amin.jpg)