Wawancara Khusus dengan Fahri Hamzah: Penonton Senang Setiap Hari Ada Penangkapan (Selesai)
Wawancara Khusus dengan Fahri Hamzah: Penonton Senang Setiap Hari Ada Penangkapan
Karena ini namanya kan' Komisi Pemberantasan Korupsi. Pemberantasan korupsi adalah serangkaian tindakan pencegahan. Itu kata-kata di Undang-Undang lama yang belum diubah di Undang-Undang Baru.
Jadi serangkaian tindakan pencegahan. Kata mulanya itu pencegahan. Karena kita berharap negara tidak ada korupsi lagi. Nah lalu kemudian dipertimbangannya disebutkan, bahwa karena kepolisian dan kejaksaan belum efektif dalam memberantas korupsi maka diperlukan sebuah lembaga baru. Jadi sebenarnya tujuannya mengefektifkan polisi dan jaksa.
Ini yang saya laporkan ke Pak Jokowi. Kalau bapak baca pengalaman kita, itu sama dengan Korea Selatan. Korea Selatan cuma enam tahun, dia berhenti. Kita ini sudah belasan tahun tidak mau berhenti.
Di Korea Selatan itu salah satu doktrin yang menyebabkan mereka transformatif. Kita tahu perekonomian mereka booming, dan seterusnya. Inovasi meningkat, karena mereka mengatakan pemberantasan korupsi akan gagal, apabila kita gagal segera menyerahkan penindakan kepada kepolisian dan kejaksaan.
Nah ini yang kita ini tidak melakukan itu. Kita menikmati kalau ada lembaga jenggo kayak gini, setiap hari ada tangkapan. Wah ada geledah lagi, itu kita sibuk sama dengan sukses. Kelihatan kerja kalau dianggap sibuk.
Sukses belum tentu. Nah itu kita. Makanya kita ini, Undang-Undang otokritik juga kepada penonton. Penonton jangan senangnya melihat yang ditangkap saja, tapi senang dong melihat keadaan itu sudah tidak ada korupsinya. Itu harusnya yang ditagih. (tribun network/denis destryawan)