Soal Capres dan Wakil dari PDIP, Hasto : Benar Suara Bambang Pacul, Seharusnya Off The Record
Soal Capres dan Wakil dari PDIP, Hasto : Benar Suara Bambang Pacul, Seharusnya Off The Record
POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membenarkan rekaman suara yang beredar di kalangan wartawan soal calon presiden dan wakil presiden dari PDIP adalah benar suara dari Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, Ketua DPD PDIP Jawa Tengah.
Namun Hasto menegaskan bahwa sebenarnya pernyataan Bambang Pacul terkait capres cawapres tersebut adalah off the record alias tidak boleh untuk disiarkan.
Hal ini disampaikan Hasto lewat video rekaman suara yang berdurasi 3 menit 46 detik yang beredar di kalangan wartawan.
Seperti diketahui beberapa hari lalu beredar rekaman suara yang menyebut bahwa siapa pun presidennya, Puan Maharani akan menjadi wakil presiden.
"Oh itu Bambang Pacul bukan dengan Ibu Mega. Bambang Pacul sedang berada di Jateng kantor partai dan kemudian berbicara dengan wartawan yang seharusnya off the record, tapi ternyata malah ada yang bocorkan, seperti itu," kata Hasto menjawab pertanyaan wartawan aakah benar suara dalam rekaman tersebut adalah suara Bambang Pacul.
Ketika ditanya wartawan apakah benar strategi PDIP dalam menetapkan capres dan cawapres seperti yang disebutkan oleh Bambang Pacul 'Siapapun Calon Presidennya, Puan Wakilnya', Hasto secara diplomatis mengatakan strategi partai memang harus dipersiapkan sebaik-baiknya.
"Ya strategi kita namanya capres dan wapres ini kan mengemban tugas yang sangat penting secara ideologis, dengan demikian harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya," kata dia.
Menurut Hasto, partai akan melakukan langkah konsolidasi terkait capres dan cawapres 2024.
"Sehingga ketika Ibu Megawati Soekarnoputri menggunakan hak prerogatif, beliau mengambil keputusan seluruh jajaran langsung bergerak termasuk relawan. Karena relawan yang nantinya berafiliasi dengan partai itu dibentuk setelah ada pasangan capres cawapres diusung oleh PDIP, tentu juga bekerjasama dengan kekuatan parpol yang lain," jelas Hasto.
Lalu apakah itu sesuai pesan Mega kerja keras untuk partai?
"Oh ya konsolidasi dulu karena apapun kita percaya urusan terkait dengan pemimpin nasional selalu ada campur tangan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Yang proses spiritual itu yang harus dilakukan dan pada saat bersamaan partai melakukan langkah-langkah konsolidasi kepartaian," kata Hasto.
Seperti diberitakan, beberapa waktu lalu Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu yang juga Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto atau akrab disapa Bambang Pacul membuat heboh dengan "serangannya" terhadap Ganjar Pranowo.
Kini beredar rekaman suara mirip anggota DPR yang kerap berkomentar kontroversial tersebut.
Dalam rekaman 3 menit 46 detik yang diduga diambil pasca-konsolidasi PDI Jateng yang tak mengundang Ganjar, di Semarang 22-23 Mei 2021 lalu itu, suara mirip Bambang Pacul menganalogikan Puan Maharani dengan iklan produk teh botol.
"Teh botol sosro, apapun makanannya Puan Maharani wakilnya, siapapun calon presidennya wakilnya PM (Puan Maharani)," dalam rekaman tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kata-hasto-kristianto.jpg)