Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Sabtu 5 Juni 2021: JANDA

Perempuan yang satu ini memiliki predikat, sebutan yang membuatnya tidak atau kurang diperhitungkan: janda dan miskin.

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RD. Fransiskus Aliandu 

Renungan Harian Katolik, Sabtu 5 Juni 2021: JANDA (Markus 12:38-44)

Oleh: RD. Fransiskus Aliandu

POS-KUPANG.COM - Perempuan yang satu ini memiliki predikat, sebutan yang membuatnya tidak atau kurang diperhitungkan: janda dan miskin. Kalau boleh pinjam celetukan, "sudah janda, miskin lagi".

Kedua "gelar" ini umumnya dianggap tak termasuk terhormat, kalau tak mau dibilang hina. "Janda", apa pun alasannya, memang sering dianggap sebelah mata. Begitu pun "miskin", hampir selalu membuat miris dan ditempatkan pada status lebih di bawah.

Penginjil Markus menampilkan perempuan itu dalam kisah tentang peristiwa di Bait Allah. Pada suatu kesempatan, Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang-orang memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah perempuan itu yang diperkenalkan Markus sebagai "seorang janda yang miskin" (Mrk 12:42). Ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Uang receh paling kecil.

Rupanya tindakan pemberian perempuan dengan "gelar" ganda yang berkonotasi hina itu mendapat apresiasi, pujian dari Yesus. Menurut Markus, dalam "penglihatan atau amatan" Yesus, jumlah uang itu adalah "semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya" (Mrk 12:44). Pemberiannya lebih dari orang-orang yang memberi dari kelimpahan mereka.

Pertanyaan reflektif, apakah tokoh perempuan "janda miskin" dengan perbuatan pemberian mulia yang dilakukannya memang dimaksudkan sebagai pujian bahwa betapa bernilainya pemberian dari orang miskin, sekaligus ajakan bagi siapa pun untuk memberi walaupun yang dimiliki tak seberapa, tak berkelimpahan? Berbarengan dengan itu, apakah hal itu pun sebagai sentilan bahkan sindiran terhadap orang-orang yang memberi dari kelimpahan?

Patut digarisbawahi kata-kata apresiatif Yesus bahwa janda miskin itu "memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya". Ungkapan "semua yang ada padanya, seluruh nafkahnya" mengandung arti bahwa semua itulah yang dia punya untuk hidup, untuk bertahan hidup, bahkan untuk hidupnya pada saat itu, hari itu. Tak ada yang lain lagi. Tak ada yang tersisa.

Nah, dengan merelakan semua yang ada, ia lantas dinyatakan berada pada posisi tak mempunyai apa-apa lagi. Penempatan pada posisi ini oleh Yesus kepada sang janda memberi pesan dan makna yang sangat penting.

Seperti halnya di paroki-paroki, ada dana sosial yang biasanya diperuntukkan untuk membantu orang-orang miskin, tak berpunya. Bait Allah di Yerusalem pun mengalokasikan sebagian besar anggarannya untuk memberi bantuan bagi orang miskin, yatim piatu dan janda.

Namun sangat boleh jadi, pengalokasian tidaklah merata, atau barangkali manajemen amburadul, atau mungkin saja disalahgunakan. Simak kata-kata sindiran keras Yesus dalam pengajaran-Nya, "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat ... yang suka menelan rumah janda-janda" (Mrk 12:40).

Maka, pernyataan yang menunjukkan bahwa sang janda yang miskin itu tak lagi punya apa-apa merupakan sentilan kepada siapa pun agar mempunyai kepekaan terhadap orang-orang tak mempunyai apa-apa; orang-orang yang tak lagi memiliki apa pun untuk menyambung hidup; mereka yang seharusnya diberikan uluran tangan bantuan.

Di sisi lain, sorotan Yesus tentang kerela-ikhlasan hati sang janda miskin dalam mempersembahkan semuanya dan menempatkannya pada posisi tak punya apa-apa lagi merupakan tanda penyerahan diri yang total kepada Tuhan. Tak ada lagi yang ia gantungkan jaminan, andalan, dan harapan. Ia total berserah pada Tuhan. Seakan ia berkata kepada Tuhan saat memberi persembahan itu, "Totus Tuus". Segalanya untuk-Mu. Inilah pesan reflektif yang boleh kita ambil.*

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Akses artikel-artikel renungan harian katolik lainnya DI SINI

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved