Jumat, 17 April 2026

Pria Asal Belu Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Tidur di Desa Baumata

Aparat Polsek Kupang Tengah, wilayah hukum Polres Kupang mengidentifikasi salah satu pria dewasa yang meninggal dunia di kamar tidurn

Penulis: Edy Hayong | Editor: Ferry Ndoen
foto : Dok. Polsek Kupang Tengah
Aparat Polsek Kupang Tengah bersama tim medis saat olah TKP, Jumat (4/6). 

Pria Asal Belu Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Tidur di Desa Baumata

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong

POS-KUPANG.COM I KUPANG---Aparat Polsek Kupang Tengah, wilayah hukum Polres Kupang mengidentifikasi salah satu pria dewasa yang meninggal dunia di kamar tidurnya di RT 001/RW 003, Dusun I, Desa Baumata Pusat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang.

Korban  yang diketahui bernama Hendri Kornelius Bria merupakan pria kelahiran Halilulik, Kabupaten Belu tanggal 5 Juli 1981 atau 39 tahun merupakan wiraswastawan,  diduga meninggal karena mengalami serangan jantung akibat darah tinggi.

Kapolres Kupang, AKBP Aldinan Manurung menyampaikan hal ini melalui Kapolsek Kupang Tengah, IPDA Elpidus Kono Feka, Sos kepada Pos-Kupang, Sabtu (5/6/2021).

Baca juga: Wabup Jaghur Stefanus Lantik 9 Pejabat Eselon II lingkup Pemda Manggarai Timur, Ini Nama Pejabat

Dijelaskan Elpidus bahwa kasus kematian korban terjadi pada Jumat (4/6/2021) sekitar pukul : 21.30 Wita. Korban ditemukan di dalam  kamar tidur rumahnya  di RT 001 / RW 003, Dusun I, Desa Baumata Pusat. Adapun yang menjadi saksi penemuan mayat korban yakni Debi Sulastri Mokari (38) merupakan istri korban dan Nando Endino Woulele (18) anak kandung korban.

Adapun kronologi kejadian, beber Elpidus dimana sebelum kejadian yakni pada Rabu (2/6/2021) sekitar pukul : 15.00  Wita, Korban pergi kontrol penyakit jantung dan darah tinggi yang dialaminya di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang dan hal inipun Korban memberitahukan kepada istri dan anaknya.

Setelah selesai melaksanakan Kontrol medis, Korban pulang ke rumahnya sedangkan  istri dan anaknya saat itu sedang berada di Kelurahan Koenino, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang menghadiri acara duka.

Baca juga: KPU Sabu Raijua Belum Terima Seluruhnya  Logistik untuk PSU Pilkada

Baca juga: Rahasia Gadis ABG Batam 3 Kali Layani Pria, Siapa Ayah Janin Dalam Kandungan ? Pria Pertama Ketiga?

Kemudian pada Kamis (3/6 2021) sekitar Pukul : 21.30 wita, istri korban menghubungi Korban  via telepon seluler  namun tidak diangkat.

Setelah itu Jumat (4/6/2021)  sekitar Pukul : 20.30 Wita, istri dan anak korban  datang ke rumah mereka untuk mengecek Korban. Ketika istri dan anaknya  masuk ke dalam kamar, ditemukan Korban sudah meninggal dunia dengan posisi tidur tengkurap serta pada mulut Korban ada mengeluarkan darah.

Lalu istri dan anal korban  memberitahukan hal itu kepada tetangga sekitar, selanjutnya dilaporkan kepada anggota Pos Pol Baumata dan anggota Polsek Kupang Tengah.

Kemudian Kapolsek Kupang Tengah Ipda Elpidus Kono Feka, Sos bersama anggota mendatangi TKP dan melakukan koordinasi dengan Kepala  Spkt Polres Kupang Ipda Mansur Saleh serta Tim Identifikasi Polres Kupang dan Tim medis Puskesmas Baumata guna sama - sama melakukan  olah TKP.

Dari hasil pemeriksaan medis,  tidak ditemukan tanda  - tanda kekerasan pada tubuh Korban. Ada Darah yang keluar dri mulut dan hidung Korban  di akibatkan karena pembuluh  darah pecah yang mana di duga Korban mengalami serangan jantung karena darah tinggi.

"Istri Korban dan keluarga membenarkan bhwa korban memiliki riwayat sakit jantung dan darah tinggi serta pernah stroke.. Istri Korban menerima kematian Korban karena sakit sehingga tidak mau dilakukan autopsi terhadap mayat Korban dan akan membuat dan menanda tangani surat pernyataan penolakan dilakukan  autopsi," terang Elpidus.(*)

Aparat Polsek Kupang Tengah bersama tim medis saat olah TKP, Jumat (4/6).
Aparat Polsek Kupang Tengah bersama tim medis saat olah TKP, Jumat (4/6). (foto : Dok. Polsek Kupang Tengah)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved