Breaking News:

Penerimaan Peserta Didik di Belu Secara Offline

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Belu dilakukan secara offline karena keterbatasan fasilitas internet dan fasilita

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Jonisius R. Mali 

Penerimaan Peserta Didik di Belu Secara Offline

POS KUPANG.COM| ATAMBUA---Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Belu dilakukan secara offline karena keterbatasan fasilitas internet dan fasilitas penunjang lainnya di sekolah-sekolah. 

Pelaksanaan PPDB tetap menerapkan protokol kesehatan yakni menjaga jarak, menggunakan masker, mengecek suhu tubuh dan mencuci tangan. 

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Jonisius R Mali kepada wartawan Jumat 4 Juni 2021.

Menurut Joni Mali, di tingkat sekolah sudah melakukan persiapan untuk penerimaan peserta didik baru yang akan dilakukan akhir Juni sampai Juli. Selain untuk PPDB, sekolah dan dinas mempersiapkan sejumlah hal dalam rangka pembelajaran tatap muka tahun ajaran 2021-2022 sebagai tindak lanjut instruksi Mendikbud.

Karena tata muka di era pandemi maka kesiapan guru yang sudah menerima vaksin harus dipastikan. Kata Joni, sesuai data terkini, 50 persen guru di Kabupaten Belu sudah menerima vaksin dan saat ini pemerintah masih melaksanakan vaksin bagi tenaga guru. Dengan harapan, sampai dengan jadwal pembelajaran tatap muka dimulai, prosentase guru yang sudah menerima vaksin sudah bertambah dari saat ini. 

Baca juga: Kadis Kominfo Belu Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Medsos

"Sesuai Instruksi Mendikbud, pembelajaran tatap muka secara total dilakukan tahun 2021 ini sehingga ada beberapa langka yang sudah dilakukan kaitan dengan isu covid-19 yakni memberi vaksin bagi tenaga pendidik di berbagai puskesmas, menutup kantin di seluruh sekolah SD, SMP, dan meniadakan kegiatan olahraga di tempat umum", jelas Joni Mali.

Lanjut Joni, menutup kantin sekolah dan meniadakan kegiatan olahraga di tempat umum merupakan upaya kongkret untuk menghindari kerumunan. Sebab, biasanya di kantin dan praktek olahraga sering menimbulkan kerumunan. 

Dalam rangka pembelajaran tatap muka ini dibutuhkan kolaborasi dukungan antara sekolah, orang tua dan masyarakat. Hal ini menjadi penting untuk menjaga kesehatan siswa yang adalah generasi penerus bangsa. 

Guru SD Fatu Atu, Bergita Teli ketika ditanya wartawan mengaku sudah di vaksin. Ia bersama rekan guru lainnya menerima vaksin 2 Juni 2021.

Kata Bergita, pemberian vaksin bagi guru juga memberikan kepercayaan bagi orang tua untuk tidak meragukan pembelajaran tatap muka. 

Terpisah, guru SMAK Suria Atambua, Patrik A. Nahak mengatakan, sejauh pengamantannya selama pandemi, sekolah justru salah satu lembaga yang paling tertib menerapkan protokol kesehatan. Untuk itu, pembelajaran tatap muka tahun ajaran ini diharapkan tidak menimbulkan kecemasan berlebihan oleh masyarakat. 

Pria yang disapa Patrik ini mengatakan, hal penting yang harus dilakukan ke depan adalah kerja sama dan dukungan dari orang tua dan masyarakat terhadap peserta didik. 

Terkadang, di sekolah sangat ketat penerapan prokes namun ketika di lingkungan masyarakat peserta didik malah kurang disiplin. Ketika ada peserta didik mengalami gejala COVID-19, pihak sekolah yang lebih disoroti. Padahal belum tentu, munculnya gejala itu dari lingkungan sekolah, bisa saja di luar sekolah, misalnya di pasar, pusat perbelanjaan dan tempat-tempat lain yang biasa menimbulkan kerumunan. (jen).

Jonisius R. Mali
Jonisius R. Mali (POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved