Israel Dibenci Tapi Negara ini Jadi Harapan Utama Umat Manusia, Ini Hebarnya Orang Yahudi
Perang 11 hari antara pasukan Israel atau Israel Defence Force dengan kelompok yang disbeut teroris, Hamas telah menyebabkan lebih dari 300 orang Pale
POS KUPANG.COM -- Perang 11 hari antara pasukan Israel atau Israel Defence Force atau IDF dengan kelompok yang disbeut teroris, Hamas telah menyebabkan lebih dari 300 orang Palestina tewas di Gaza
Para korban termasuk wanita dan anak-anak itu membuat banyak warga dunia melakukan aksi unjuk rasa menentang Israel
Meski demikian Israel juga dibutuhkan karena negara ini merupakan yang pertama menemukan obat yang diyakini biusa menyembuhkan penyakit infeksi yang disebabkan virus corona atau Covid-19
Kekejamannya pada rakyat Palestina memang membuat Israel dikecam banyak pihak.
Apalagi Israel berdiri di atas tanah yang dirampas dari Palestina, sehingga membuat banyak orang mengecam negara Yahudi tersebut.
Baca juga: DigadangGantikan Netanyahujadi PM Israel,Ternyata Naftali Bennet Lebih Kejam,Bunuh BanyakOrang Arab
Baca juga: Setelah Gencatan Senjata, Israel Tangkap Pemimpin Hamas Sheikh Jamal Al Tawil di Tepi Barat
Baca juga: ASTAGA, Peneliti Israel Temukan Radang Jantung pada Penerima Vaksin Pfizer,Begini Tingkat Resikonya
Baca juga: Diam-diam Israel Sedang Berperang Lawan Korea Utara , Dituduh Pasok Senjata ke Hamas, ini Faktanya
Meski banyak pihak yang mengecamnya, nyatanya Israel masih menjadi negara yang bisa membawa harapan bagi umat manusia di dunia, untuk menjinakkan Covid-19.
Seperti yang kita tahu, Israel merupakan satu-satunya negara di dunia yang mengumumkan telah bebas dari Covid-19.
Israel kini telah kembali pada kehidupan normal, di mana orang-orang bisa bepergian bebas tanpa masker.
Bahkan beberapa kegiatan yang berhubungan dengan orang banyak seperti konser dll, sudah bisa diselenggarakan.
Israel telah mencabut status pandemi di negaranya per 1 Juni 2021, hampir semua prokes di Israel sudah tidak diterapkan.
Menurut ahli epidemiologi terkemuka Israel, pada Rabu (2/6/21), mengatakan ada rahasia untuk menjinakkan Covid-19.
"Seperti dongeng, semuanya berubah di tengah malam," kata Profesor Nadav Davidovitch, ahli epidemiologi terkemuka dari Universitas Ben Gurion
"Saya sangat bangga melihat Israel menjadi contoh negara anti-epidemi," katanya.
Pada kesempatan ini, Times of Israel telah melakukan wawancara dengan Profesor Davidovitch dan ahli epidemiologi Ronit Calderon-Margalit, dari Hebrew University
Untuk berbagi rahasia membantu Israel memerangi epidemi Covid-19, dalam konteks bahwa dunia masih belum sepenuhnya lepas dari pandemi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/83673.jpg)