Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Rabu 2 Juni 2021: Terbuka

Orang Saduki adalah kelompok elite dalam agama Yahudi. Mereka adalah kelompok bangsawan. Mereka biasanya orang kaya dan memiliki kekuasaan

Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik, Rabu 2 Juni 2021: Terbuka (Mrk 12:18-27)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Orang Saduki adalah kelompok elite dalam agama Yahudi. Mereka adalah kelompok bangsawan. Mereka biasanya orang kaya dan memiliki kekuasaan, termasuk menjadi imam kepala dan imam besar. Mereka biasanya menjadi mayoritas dari 70 kursi anggota majelis berkuasa yang disebut Sanhedrin.

Berbeda dengan kaum Farisi, orang Saduki lebih peduli dengan urusan politik dibandingkan agama. Mereka tidak peduli dengan keberadaan Yesus. Mereka baru mulai terganggu ketika Yesus dengan ajaran-Nya (mungkin) menimbulkan keresahan bagi Roma. Pada saat itulah orang Saduki dan orang Farisi bersatu dan bersekongkol menghukum mati Kristus (Yoh 11:48-50; Mrk 14:53; 15:1).

Mereka bekerja keras menjaga perdamaian dengan mengakomodasi berbagai keputusan Kekaisaran Roma. Saat itu bangsa Yahudi berada di bawah penjajahan Roma. Kepedulian dengan urusan politik dimungkinkan karena mereka berhubungan erat dengan penjajah Roma dan merupakan orang kaya kelas atas.

Konsekuensinya, relasi dengan rakyat kecil sangat buruk. Rakyat pun tidak menghargai golongan ini. Rakyat kecil justru lebih simpatik dengan orang-orang dari golongan Farisi. Meskipun orang Saduki memegang kursi mayoritas di Sanhedrin, sejarah menunjukkan bahwa mereka seringkali yang harus mengikuti pendapat dari golongan minoritas Farisi, mengingat orang Farisi lebih diterima di kalangan rakyat (Bart:2004).

Soal praktik keagamaan, orang Saduki lebih konservatif. Mereka hanya memegang Firman tertulis yang berasal dari Allah. Orang Saduki menjaga otoritas Firman Tuhan yang tertulis, terutama Kitab Musa, mulai dari kitab Kejadian sampai Ulangan. Mereka sangat bersandar pada diri sendiri sehingga menyangkal keterlibatan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Mereka menyangkal soal kebangkitan orang mati (Mrk 12:18-27). Mereka menyangkal soal kehidupan kekal. Mereka meyakini bahwa setiap jiwa akan binasa setelah kematian, sehingga mereka menyangkal adanya hukuman atau upah apa pun setelah kehidupan di dunia ini.

Pertanyaan soal kebangkitan yang diajukan kepada Yesus membuktikan kedegilan hati mereka yang hanya terpaku pada kepercayaan sendiri dan seolah menutup diri kepada kebenaran lain. Padahal kebenaran menjadi realitas yang mesti dibaca untuk memerkaya khazanah pengetahuan dan menambah amunisi kekayaan rohani kita.

Maka Yesus mencerahkan pikiran mereka bahwa rahmat Allah bekerja melalui banyak cara dan jalan. Kebenaran tidak menjadi mutlak bagi kita, apalagi kemutlakan itu berbasis pada kedangkalan pikir dan keterbatasan pengetahuan. Kekayaan begitu melimpah disiapkan Tuhan. Kesadaran akan “keterbatasan” selalu menggerakkan kita untuk mencari “kebenaran” di luar diri kita.

Yesus menginsafkan kaum Saduki agar membuka diri dan hati pada kebenaran hidup kekal setelah kehidupan di dunia ini berakhir. Bahwa hidup kekal itu terlepas dari segala ikatan duniawi. Maka iman kepada Tuhan mesti mendorong kita keluar dari zona nyaman pengetahuan kita sehingga hidup di dunia ini tidak berlangsung dalam keangkuhan diri tapi pada keterbukaan terhadap rahmat Allah yang hadir dengan melimpah.

Orang Katolik mesti menjadi manusia beriman yang tidak terkurung dalam fanatisme sempit. Orang beriman kepada Yesus mesti terbuka membaca tanda-tanda zaman karena Allah juga berkarya dalam kenyataan hidup. Realitas harian adalah lembaran Sabda Allah yang mesti ditanggapi dengan kepekaan iman.

Termasuk orang-orang kecil dan sederhana yang “kesepian” di tengah pandemi Covid-19 ini. Kekayaan pengetahuan akan Allah mesti menjadikan kita manusia Kristus yang peka, solider dan selalu berbelas kasih kepada orang lain. Maka pada akhirnya Yesus tidak menyapa kita sebagai orang-orang sesat (Mrk 12: 24). *

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Akses juga artikel-artikel renungan harian katolik lainnya DI SINI

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved