Khasanah Islam
Ulama Ini Ungkapkan Alasannya Haramkan Baca Surat Yasin 83 Ayat di Malam Jumat
Ulama Ini Ungkapkan Alasannya Haramkan Baca Surat Yasin 83 Ayat di Malam Jumat
Ulama Ini Ungkapkan Alasannya Haramkan Baca Surat Yasin 83 Ayat di Malam Jumat
POS-KUPANG.COM– Banyak Kaum Muslimin yang menjadikan Surat Yasin sebagai amalan Malam Jumat. Namun tidak bagi ulama ini.
Ulama Wahabi ini malah mengharamkan mengususkan membaca Surat Yasin 83 ayat di Malam Jumat. Ternyata ini alasannya.
Alasannya karena tidak ada dalil Rasulullah SAW tentang kekhususan membaca Surat Yasin di Malam Jumat.
Baca juga: Ulama ini Haramkan Baca Surat Yasin 83 Ayat di Malam Jumat, Singgung Dalil Rasulullah SAW
Dia adalah Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawwas, Ustadz Firanda Andirja atau Ustadz Zainal Abidin.
Ulama Salafi Wahabi mengharamkan kebiasaan Yasinan dengan alasan tidak adanya dalil Rasulullah SAW tentang kebiasaan itu.
Sementara Ulama Ahlul Sunnah Wal Jamaah menyebut klaim ini adalah bentuk penyempitan dalil terhadap riwayat Imam Bukhari dan Muslim dalam kitab Shahihain tentang Hadits Taqririyah mengkhususkan membaca surat al-Ikhlas.
Dikutip dari Pecihitam.org, dalil mengkhususkan membaca ayat al-Qur’an tertentu pernah terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW. Hadits ini berasbabul wurud dari kisah pengutusan seorang sahabat oleh Nabi untuk menjadi Imam sekelompok pasukan di Masjid Quba. Redaksi Haditsnya yaitu;
أَنَّ النَّبِيَّ بَعَثَ رَجُلاً عَلَى سَرِيَّةٍ، وَكَانَ يَقْرَأُ لأَصْحَابِهِ فِي صَلاَتِهِ، فَيَخْتِمُ بِـ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ، فَلَمَّا رَجَعُوا، ذَكَرُوا ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ ، فَقَالَ سَلُوْهُ، لأَيِّ شَيْءٍ يَصْنَعُ ذَلِكَ؟، فَسَأَلُوْهُ، فَقَالَ: لأَنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ، وَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا، فَقَالَ النَّبِيُّ أَخْبِرُوْهُ أَنَّ اللهَ يُحِبُّهُ
Hadits di atas dengan jelas menunjukan bahwa seorang Imam Masjid Quba selalu mengulang-ulang surat al-Ikhlas atau Qulhu dalam setiap rakaatnya. Redaksi artinya sebagai berikut;
“Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW mengutus seorang (sahabat) kepada sekelompok pasukan, dan ketika orang itu mengimami yang lainnya di dalam shalatnya, ia membaca, dan mengakhiri (bacaannya) dengan قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ, maka tatkala mereka kembali pulang, mereka menceritakan hal itu kepada Rasulullah SAW, lalu beliau pun bersabda:
“Tanyalah ia, mengapa ia berbuat demikian?” Lalu mereka bertanya kepadanya. Ia pun menjawab: “Karena surat ini (mengandung) sifat ar Rahman, dan aku mencintai untuk membaca surat ini,” lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Beritahu dia, sesungguhnya Allah pun mencintainya” (HR. Bukhari Muslim).
Baca juga: Bukan Dapat Pahala,Baca Surat Yasin 83 Ayat di Waktu Ini Bisa Menimbulkan Bidah,Simak Penjelasannya
Hadits ini juga diriwayatkan dengan oleh Imam Bukhari dalam redaksi berbeda serta oleh Imam Turmudzi. Poinnya dari kedua jalur riwayat tersebut adalah kisah Sahabat Anshar ketika di utus untuk menjadi Imam di Masjid Quba namun selalu mengulang-ulang bacaan surat al—Ikhlas.
Sahabat yang menjadi makmum merasa jengah dan kemudian mengadukannya kepada Nabi Muhammad SAW dan membenarkan tindakan sahabat Anshar tersebut. Maka mengkhususkan bacaan surat tertentu dalam kesempatan tertentu bukanlah bid’ah namun sunnah Taqririyah.
Yasin dan Mengkhususkan Bacaannya
Surat Yasin adalah bagian tidak terpisahkan dari ayat al—Qur’an yang banyak diamalkan oleh Muslim Nusantara dalam acara Yasinan. Tuduhan Yasinan bid’ah dan sesat berasal dari golongan salafi wahabi dengan alasan tidak adanya dalil mengkhususkan bacaan ayat al-Qur’an.
Namun hadits shahih Bukhari Muslim serta dalam kitab Sunan At-Tirmidzi ditemukan dalil yang membolehkan mengkhususkan bacaan ayat al-Qur’an dalam kesempatan tertentu.
Landasan normatif pengamalan Yasinan dibaca pada waktu khusus sangat kuat, bahkan diperjelas dalam riwayat Imam at-Turmudzi. (*)